Densus 88 Juga Geledah Rumah Adik Pelaku Bom Kampung Melayu

Tim Densus 88 Antiteror membongkar paksa kediaman H, adik kandung pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Kamis (1/6/2017)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id – Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror melakukan  penggeledahan di kediaman H, tersangka bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur.

H merupakan adik kandung dari Ahmad Sukri, yang meledakkan dirinya dengan bom bersama rekannya Ihwan Nurul Salam (INS) di Kampung Melayu pada Rabu, 24 Mei 2017.

Penggeledahan ini dilakukan di Kampung Paledang Desa Suci Kaler Kabupaten Garut Jawa Barat, Kamis, 1 Juni 2017, tak lama setelah kediaman Ahmad Sukri di Kampung Cempaka digeledah oleh Densus 88 Antiteror.

Dari pantauan VIVA.co.id, penggeledahan di kediaman H ini, kepolisian menyita sejumlah barang, namun belum diketahui persis apa barang tersebut. Bersama itu juga ikut diamankan istri dari H yakni I. Perempuan bercadar ini pun dibawa ke Polres Garut.

Kepolisian sempat kesulitan menggeledah kediaman H, lantaran rumah ini dalam kondisi terkunci. Hingga akhirnya petugas terpaksa membongkar paksa jendela rumah H.

Baru tahu

Sementara itu, Agus Sopandi, yang merupakan ayah kandung dari Ahmad Sukri dan H, mengaku sangat terkejut kedua putranya dinyatakan terlibat dalam bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta Timur.

Ia pun mengaku baru tahu kejadian itu sepekan setelah kejadian. "Baru malam tadi (Rabu, 31 Mei 2017) saya tahu, kalau anak saya terlibat," ujarnya.

Agus sendiri tidak banyak berbicara bahkan seperti syok sehingga sejumlah wartawan belum bisa menggali lebih banyak keterangan dari Agus.

Sebelumnya kepolisian memang telah menetapkan H sebagai tersangka kasus bom bunuh diri di Kampung Melayu. Dari pemeriksaan, H sempat menelepon Ahmad Sukri dan Ihwan Nurul Salam sebelum meledakkan diri.