GNPF MUI Bertemu Jokowi, Bukan Jaminan Tak Ada Lagi Demo

Aksi massa 212 di gedung DPR, Selasa, 21 Februari 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Irwandi Arsyad

VIVA.co.id – Meski beberapa perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau GNPF MUI telah bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, namun hal itu bukan jaminan kalau ke depan tak akan lagi ada aksi seperti 411 dan 212.

Aksi bisa saja terjadi lagi, apabila nantinya dialog seperti yang dikatakan Jokowi ternyata tidak berjalan sebagaimana yang dimaksud dalam pertemuan.

"Jadi, tidak akan ada apa-apa kalau dialog tetap berjalan," ujar Wakil Ketua GNPF MUI, Zaitun Rasmin, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa 27 Juni 2017.

Ia menjelaskan, dialog merupakan langkah yang baik untuk menyelasaikan masalah. Maka, ia berharap hasil pertemuan dengan Jokowi kemarin bisa terealisasi ke depannya.

"Semua elemen bangsa kalau ingin menyelesaikan masalah dapat melalui dialog. Kalau ke depan ada hal-hal yang diperlukan mahasiswa atau siapa pun, kalau yang dilakukan sesuai dengan demokrasi," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengurus GNPF MUI menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Minggu 25 Juni 2017.

Pertemuan Presiden dengan tujuh perwakilan pengurus GNPF MUI itu diketahui untuk bersilaturahmi, dalam rangka hari raya Idul Fitri 1348 Hijriah.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, mengatakan, pertemuan yang dinisiasi oleh Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, itu hanya ingin menjalin komunikasi organisasinya, yang selama ini kerap mengkritik pemerintah.

"Presiden menerima silaturahmi Nasir dan kawan-kawan atas permintaan mereka. Intinya, tidak ada yang diperbincangkan. (Hanya) Silaturahmi," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan.