Polisi Periksa Tiga Pekerja Terkait Robohnya Crane LRT

Crane LRT di Palembang roboh menimpa rumah warga
Sumber :
  • VIVA.co.id/Aji YK Putra

VIVA.co.id – Polresta Palembang memeriksa tiga karyawan PT Waskita Karya, kontraktor pembangunan light rail transit (LRT), terkait robohnya dua crane  zona 5 di Jalan Haji Bastari Palembang Sumatera Selatan. Crane menimpa dua rumah warga hingga menyebabkan kerusakan parah, dan tiga orang luka ringan.

Tiga orang yang diperiksa yakni operator crane pertama ukuran 70 ton, Suhandri (26), dan operator crane kedua ukuran 80 ton, Bahtiar (34), serta seorang helper bernama Susilo (23).

Kapolresta Palembang, Wahyu Bintono Hari Bawono, mengatakan kasus robohnya crane saat ini masih dalam penyelidikan petugas.

"Dari hasil analisis dan forensik nanti, bisa dilihat apakah ada kelalaian. Jika memang ada kelalaian dikenakan pidana. Sejauh ini kami sudah mencatat 10 saksi, tapi baru tiga saksi yang diperiksa dari Waskita," kata Wahyu di Palembang, Selasa 1 Agustus 2017.

Diberitakan sebelumnya, insiden terjadi saat Andri dan Bactiar membawa gerder menggunakan crane, tapi tiba-tiba aspal di bawah crane ambles hingga menyebabkan crane seberat 70 ton terjatuh. Crane terjungkal ke depan dan menimpa rumah warga hingga menyebabkan atap roboh.

"Ruko yang ada di sebelah rumah Syaiful juga terkena belalai crane dan atapnya langsung Ambruk. Kedua crane itu diduga tak mampu membawa gerder tersebut sehingga aspal yang di bawah amblas," ujar Kapolresta Palembang.

Rencananya, evakuasi pengangkatan gerder akan berlangsung hingga malam ini.