Jokowi Minta DKI Perhatikan Pengusaha Food Truck

Suasana Sumpah Pemuda di Istana Bogor, (28/10/2017).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA – Ada sekitar 7 food truck, yang ikut dihadirkan pada peringatan Sumpah Pemuda di Istana Bogor, Sabtu pagi 28 Oktober 2017. Presiden Joko Widodo sempat berdiskusi dengan sejumlah pemiliknya.

Jokowi mengatakan, memang seharusnya konsep jualan makanan saat ini mengikuti cara-cara seperti food truck ini.

"Ya seharusnya mulai dengan begini," kata Jokowi.

Harganya memang masih terbilang mahal. Yakni untuk satu mobil yang disulap menjadi food truck saja, bisa menghabiskan dana hingga Rp500 juta. Namun menurutnya, konsepnya seharusnya sudah seperti ini.

"Makanan lebih kelihatan higienis ya kan. Dari gerobak menuju ke sini," kata mantan gubernur DKI itu.

Karena konsep food truck ini masih mahal, maka menurut Presiden butuh perhatian pemerintah untuk turun tangan. Baginya, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya bisa mengembangkan jenis food truck ini.

"Ini yang siap saya kira DKI, dipersiapkan dari APBD," katanya.

Maka Presiden lebih setuju, kalau pemerintah DKI menganggarkan untuk membantu UMKM jenis food truck ini.

"Yang paling penting itu, higienis dan dililhat levelnya naik lah. UMKM kita harusnya dibantu gini," kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Food Truck Indonesia, Joko Waluyo mengatakan memang mereka masih sering mengalami kendala-kendala di lapangan. Bahkan tak jarang diperlakukan seperti pedagang kaki lima yang biasa dikejar-kejar Satpol PP.

Terutama dari Dinas Perhubungan. Mereka sering dipersoalkan oleh pihak Dishub, sehingga harus mengeluarkan anggaran lebih untuk membayar denda. Untuk membayar denda itu, kadang harus merogoh kocek Rp500 ribu hingga satu juta.

"Alasannya nggak ada aturan baku," kata Joko.

Meski begitu, ia mengaku tidak mempersoalkan kalau aparat melakukan hal itu.