Manisnya Puti Guntur Disambut Gus Ipul dan Pendukung

Gus Ipul dan Puti Guntur.
Sumber :
  • Nur Faishal/Surabaya/VIVA.co.id

VIVA – Puti Guntur Soekarno, bakal calon wakil gubernur pasangan bakal calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu malam, 10 Januari 2018. Dia datang untuk bersiap-siap mendaftarkan diri bersama Gus Ipul ke kantor Komisi Pemilihan Umum setempat.

Mengenakan kebaya dan jilbab serba merah, cucu Presiden Pertama Soekarno itu terlihat anggun dan manis. Datang bersama kader PDI Perjuangan yang juga Wali Kota Surabaya, tempat pertama yang ia kunjungi ialah kantor DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jatim di Jalan Ketintang Surabaya.

Di sana, Gus Ipul dan Ketua PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan beberapa kiai menyambut. Lantunan salawat dari pendukung Gus Ipul-Puti yang sejak petang menunggu pun terdengar. Begitu tiba, Puti langsung menyalami tokoh yang hadir. "Cucu Soekarno ini," kata Gus Ipul dengan gaya banyol khasnya.

Setelah dari kantor PKB, Gus Ipul-Puti dan rombongan menuju kantor DPD PDI Perjuangan di Jalan Kendangsari. Dari sana mereka akan berjalan menuju kantor KPU Jatim di Jalan Tenggilis. Gus Ipul-Puti akan diantar massa pendukung dan arak-arakan budaya.

Gus Ipul mengenalkan Puti kepada seluruh yang hadir. "Saya ingin menyampaikan pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, pasangan kami tidak hanya ingin menang, tapi juga ingin berkontribusi kepada bangsa Indonesia," tandasnya.

Puti menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat kader PKB dan warga Jatim.

“Kehadiran saya di sini mungkin sudah garis tangan dan suratan takdir. Bahwa saya harus mengabdikan diri saya di Jawa timur. Dimana ini adalah guratan sejarah yang tidak bisa ditinggalkan. Kakek saya dulu,  Bung Karno, bersama pendiri NU Kiai Hasyim Asyari, keduanya merajut untuk kemerdekaan negeri ini," katanya.

Pasangan Gus Ipul-Puti diusung oleh empat partai politik, yakni PKB-PDIP-Gerindra-PKS. Pesaingnya ialah Khofifah-Emil Dardak yang diusung Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PAN, dan partai nonparlemen, PKPI.