Sekjen Partai Pro Jokowi Bertemu, Bahas Serangan Oposisi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sumber :
  • VIVA/Eduard

VIVA – Elite partai politik pendukung petahana Joko Widodo di Pemilu 2019 berkumpul di kantor Sekretaris Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 7 Mei 2018.

Pertemuan yang digagas Seskab Pramono Anung itu dihadiri 10 sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pendukung pemerintah. Mereka adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus, Sekjen Partai Nasdem Jhonny G.Plate, Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

Kemudian, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PKPI Imam Anshori Saleh, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen Partai Hanura Harry Lontung Siregar.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, pertemuan ini dalam rangka konsolidasi antarpartai pendukung Jokowi. Selain itu, hal lain penting yang dibahas ialah mengkomunikasikan program pemerintahan tiga tahun belakangan kepada publik.

"Kritik yang ditujukan kepada Presiden Jokowi selama ini lebih banyak karena faktor ketidaktahuan terhadap keberhasilan pemerintah, dan ada juga sebagai motif politik untuk mendiskreditkan Presiden Jokowi," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Adapun suasana yang dibangun dalam pertemuan, kata Hasto, tak melulu dari kesan serius. Bahkan, tuan rumah, yakni Pramono Anung, menyediakan kuliner nusantara kepada sekjen yang hadir.
 
"Suasana pertemuan sangat akrab dan diawali dengan makan siang dengan menu ala Indonesia seperti soto ayam, pecel, nasi liwet dan minuman kelapa muda dan kopi khas nusantara," kata dia.

Sementara itu, Pramono menjelaskan, sejumlah capaian keberhasilan pemerintah kepada rekan koalisi pendukung. Walaupun belum sempurna, setidaknya di era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla banyak perubahan terjadi seperti konsep membangun desa, pertumbuhan ekonomi hingga kedaulatan negara di perbatasan.

"Presiden Jokowi terus bekerja keras menjawab berbagai persoalan bangsa dan negara, karena itulah kami berikan kepada para sekjen terhadap apa-apa saja yang sudah dilakukan," kata Pramono yang juga pernah menjabat Sekjen PDI Perjuangan. (ase)