Gaet Relawan di Pilpres, Gerindra Tak Hanya Andalkan Mesin Partai

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani (tengah), Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal (kanan), dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kiri) yang tergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengaku tak hanya mengandalkan kekuatan caleg mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga. Tapi juga menggalang kekuatan relawan.

"Kemenangan Prabowo kita galang dengan kekuatan relawan, yang sekarang relawan itu tak lagi dibatasi oleh kekuatan partai atau kekuatan koalisi termasuk kekuatan caleg," kata Muzani di gedung DPR, Jakarta, Selasa 13 November 2018.

Ia menjelaskan para relawan secara suka rela berjuang dengan caranya masing-masing. Contohnya relawan di Hongkong yang terdiri dari para pekerja urunan 40 sampai 50 Dolar Hongkong.

"Kira-kira satu dolar Rp1.900, ratusan orang sewa mobil, kemudian mereka masak-masak segala macam, hanya untuk menyampaikan sebuah semangat mendukung Prabowo Sandi, misalnya seperti itu. Demikian juga di Malaysia," kata Muzani.

Ia melanjutkan di banyak tempat di belahan nusantara begitu banyak, para kiai, taklim, ibu-ibu dan semua profesi juga menjadi relawan untuk mendukung pasangan capresnya.

"Kalau kita biayai begitu besar biayanya. Anggarannya begitu besar, budgetnya begitu gede. Kami merasa optimisme dibangun oleh itu. Padahal tadinya tak seperti itu, tadinya adalah partai tidak sekadar melahirkan tiket. Partai melahirkan tiket sekaligus kendaraan menghantarkannya," kata Muzani.

Muzani mengaku mesin partai koalisi tetap dijalankan. Tapi ia tak mau hanya bertumpu pada mesin partai sebab kurang memadai.

"Harus kita eksplor terus semua potensi dan kekuatan yang ada di masyarakat, baik profesi, kedaerahan, jenis kelamin, umur dan segala macam harus kita mobilisir untuk menjadi sebuah kekuatan pemberdayaan kemenangan Prabowo Sandi," kata Muzani.