Mundur dari PAN ke PSI, Faldo Maldini Ikut Pilkada Sumbar?

Baliho Faldo Maldini
Sumber :
  • VIVA/Andri Mardiansyah

VIVA – Faldo Maldini resmi mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dia yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PAN itu dikabarkan ikut Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Barat (Pilkada Sumbar) tahun depan.

Seperti dikutip dari VIVAnews, surat pengunduran diri pria kelahiran Sumbar berusia 29 tahun itu ditembuskan kepada Sekjen PAN dan Ketua Fraksi PAN DPR tertanggal 3 Oktober 2019. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pengunduran diri Faldo dari PAN dilakukan setelah melakukan dua kali konsultasi dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan tiga kali konsultasi dengan Sekjen PAN Eddy Suparno.

Mundurnya Faldo dikabarkan karena dia menjadi salah satu kandidat dalam Pilkada Sumbar periode 2020-2025. Itu seiring dengan munculnya baliho raksasa dirinya di sejumlah titik di Padang, salah satunya di perempatan lampu merah Jalan Jenderal Sudirman.

Dalam baliho itu, Faldo tampak mengenakan baju putih, berkaca mata dan menggunakan peci hitam. Dia juga mencantumkan sejumlah akun media sosial yang selama ini dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan warganet.

Dalam baliho itu, juga tertulis tagline berbunyi Sumangaik Baru atau dalam bahasa Indonesia berarti Semangat Baru. Dalam baliho itu juga tertera logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sudut kanan atas baliho.

Faldo Maldini belum memberikan keterangan mengenai hal tersebut. Begitu juga dengan Pengurus PSI Sumbar. Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PSI Sumbar, Ari Prima masih enggan menanggapi baliho Faldo dengan logo PSI hingga dukungan PSI terhadap mantan kader PAN itu untuk maju dalam Pilkada Sumber 2020.

"Kalau terkait mundur (Faldo dari PAN), mungkin itu hak pribadi beliau dan terkait baliho dan akan majunya Faldo di Pilgub Sumbar bagusnya langsung dikonfirmasi kepada yang bersangkutan," ujar Ari.
 
Ari bilang bahwa PSI sebagai partai anak muda terbuka kepada siapa saja yang ingin mengabdi lewat jalur politik. Sementara itu, pilkada serentak akan dilakukan pada September 2020 di 270 daerah di Indonesia,  dengan rincian sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.