Cerita Megawati Banyak Orang Takut Menyapanya di Era Orde Baru

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di HUT ke-49.
Sumber :
  • Repro youtube PDI Perjuangan.

VIVA – Dalam Pidato Politiknya di acara Ulang Tahun ke-49 PDI Perjuangan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menceritakan awal mula dirinya masuk ke dunia Politik. Megawati mengenang bagaimana dirinya mencalonkan diri sebagai Anggota DPR pada 1987 silam.

"Kebetulan saya diminta untuk menjadi salah satu anggota DPR pada waktu itu dan mungkin sudah begitulah jalannya maka saya diturunkan ke Jawa Tengah. Pada waktu itu saya tahu Jawa Tengah, saya tahu dengan melihat peta, tetapi saya tidak tahu sikonnya situasi kondisinya seperti apa, apa yang akan saya lihat dan apa yang akan saya hadapi," kata Megawati, Senin 10 Januari 2022

Saat itu, pada kepemimpinan Presiden Soeharto, atau masa Orde Baru, ada sejumlah masyarakat yang ingin menyapanya namun mereka masih merasa ragu.

Baca juga: Penghasilan Meningkat, Optimisme Konsumen Desember 2021 Naik

"Ketika mulai bertemu dengan masyarakat, rakyat pada waktu itu jangan dipikir suasana masih sudah seperti sekarang. Banyak orang yang hanya melihat saya dan saya tahu mereka punya rasa antara takut dan ingin bertemu," kata Megawati.

"Karena kita tahu pada waktu itu seperti apa keadaan dan saya sendiri sudah mulai dapat merasakan bahwa saya akan sangat berat dan saya akan bisa mendapatkan diri saya sebagai anggota DPR apa tidak kalau hanya hanya untuk bertemu orang saja itu sulit sekali," tambahnya

Dari beberapa masyarakat yang dilihat Megawati, menunjukkan sorot mata yang berbinar. Megawati kemudian memberanikan diri menyapa mereka.

"Dari kumpulan mereka-mereka yang dari kejauhan melihat saya, banyak di antara mereka itu yang melihatnya dengan mata yang bersinar. Saya dekati mereka, saya salaman, mau. Saya agak lega mereka ternyata tidak takut kepada saya. Tetapi pada situasional pada waktu itu Jadi saya tanya pada mereka satu persatu," kata Megawati.

Megawati Soekarnoputri

Photo :
  • PDI Perjuangan

Mereka yang ditanya oleh Megawati merupakan simpatisan PNI partai bentukan Presiden Soekarno yang dibubarkan pada tahun 1931 “Rata-rata yang laki-laki mengatakan, karena di jawa tengah, saya berbahasa Jawa dan Mereka bilang begini kulo meniko PNI Ibu, saya ini PNI," kenang Megawati

Mendengar jawaban itu, Megawati merasakan jantungnya berdegup. "Mereka mau kenal saya tapi saya ditanya bahasa Jawa tapi saya terangkan dalam bahasa Indonesia Betulkah Ibu adalah putrinya Bung Karno? Iya, saya Megawati Soekarnoputri, putrinya Bung Karno. Saya langsung melihat mata itu bersinar-sinar," kata Megawati.

Dari situ Megawati merasakan adanya ikatan yang kuat antara dirinya dan masyarakat. Dari situ masyarakat menginginkan Megawati meneruskan perjuangannya dan masyarakat tersebut berjanji akan membantu Megawati.

Dari situ kemudian Megawati semakin mantap. Akhirnya dia kemudian terpilih menjadi Anggota DPR pada periode 1987-1992.

"Tadinya Saya tidak mengerti tapi setelah saya mulai berkecimpung secara politik praktis, maka saya tahu itu adalah rasa bonding yang tidak mungkin barangkali orang lain tidak rasakan. Saya rasakan itu, dan itu memang saya langsung bisa tahu. Kenapa? mereka hanya mengatakan teruskan," ujar Megawati.