Wali Kota Surabaya Ancam ASN yang Bermain Politik

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberangkatkan puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan Angkatan XXI di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 4 Juli 2022.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Politik – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menindak tegas jika mengetahui jajarannya mulai dari kepala perangkat daerah (PD), camat, lurah dan pegawai lainnya ikut-ikutan berpolitik khususnya menjelang Pemilu 2024.

Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya, Selasa, 5 Juli 2022, mengatakan pihaknya dalam berbagai kesempatan selalu menekankan kepada jajarannya agar tidak terpengaruh dengan kepentingan politik.

"Saya tidak segan menindak tegas apabila ada yang tidak menerapkan amanahnya dan ikut-ikutan soal politik," kata Eri.

Penegasan itu disampaikan lagi oleh Eri Cahyadi pada saat memberangkatkan puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan (PKP) Angkatan XXI di Prigen, Pasuruan, Jatim, kemarin.

Tidak hanya itu, Eri juga memberikan pesan khusus kepada ASN, salah satunya adalah pentingnya pegawai lingkup Pemkot Surabaya yang bertugas di kecamatan dan kelurahan, bisa memberikan solusi ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan. "Saya ingatkan sekali lagi, kecamatan dan kelurahan itu adalah ujung tombak dari Pemkot Surabaya," kata Eri.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Photo :
  • ANTARA

Eri menegaskan beban tugas jajarannya di kecamatan, kelurahan, dinas dan bagian tidak ada bedanya. Karena selama menjabat sebagai wali kota, Eri ingin pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan cara gotong royong, inovatif dan solutif ketika ada masyarakat membutuhkan bantuan.

Pria yang akrab disapa Cak Eri itu menekankan kelurahan dan kecamatan harus berani memberikan solusi untuk masyarakat. Hal ini dikarenakan pada Sabtu lalu sempat menampung sejumlah keluhan warganya namun tidak mendapat solusi dari kecamatan dan kelurahan.

Salah satunya permasalahannya adalah sengketa tanah yang tidak dapat teratasi dengan oleh salah satu kelurahan di Kota Surabaya.

Cak Eri mengatakan, seorang pemimpin wajib memberikan kepastian dan bisa memberikan keputusan kepada warganya.

"Pemimpin harus berani ambil keputusan, untuk kepentingan umat. Pemimpin itu harus ada di depan melindungi umatnya, jangan pernah main-main, taruh kepentingan-kepentingan yang tujuannya bukan untuk umat. Bisa saya habisi kalau sampai saya tahu," kata dia. (ant)