Eks Loyalis Anas Urbaningrum: PKN Naik, Jangan Malah Turun Gunung

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika berswafoto bersama kader PKN di sela-sela Rakernas I PKN.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA Politik – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika mengingatkan dan menyemangati ribuan kader untuk bekerja lebih keras agar lolos verifikasi faktual menuju pemilu tahun 2024.

"Jangan pernah turun gunung, tetapi terus bekerja, mendaki hingga ke puncak gunung. PKN tahap demi tahap naik hingga ke puncak gunung. Jangan malah turun gunung,” kata Pasek dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 7 Oktober 2022.

Gede Pasek Suardika menyemangati kadernya supaya bisa ikut pemilu) 2024. PKN pun menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I guna memastikan terus pada jalurnya untuk ikut menjadi peserta pemilu.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), I Gede Pasek Suardika

Photo :
  • VIVA/Yeni Lestari

Mantan politikus Partai Demokrat loyalis Anas Urbaningrum itu meminta partai-partai besar tidak usah khawatir kalau PKN berlomba di pemilu nanti. Karena PKN, kata dia, tidak mau mengambil suara banyak-banyak, cukup untuk lolos PT (ambang batas parlemen) saja. Untuk mencapai harapan itu, Pasek mengingatkan para kader agar bekerja keras hingga mencapai puncak.
 
PKN dengan 1.200 pengurus seluruh Indonesia tengah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I mulai 6-8 Oktober 2022. Sejumlah tokoh partai lainnya terlihat hadir dalam acara Rakernas PKN, di antaranya dari Partai Demokrat, PBB, Perindo, maupun PSI, kemudian aktivis buruh hingga artis dangdut Iis Dahlia dan artis lainnya.

Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menyusun kotak suara yang berisi surat suara hasil Pemilu 2019. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

PKN merupakan partai baru yang berkembang dengan baik, kata Pasek. Setiap tahapan pemilu dilalui dengan mulus hingga saat verifikasi administrasi dan kini PKN siap menyongsong verifikasi faktual.
 
Itu semua, menurut dia, bisa terjadi karena semangat gotong royong dan kerja keras dari para kader. Tidak semua orang bisa gotong royong, katanya. "Tetapi di PKN bisa. Kenapa? Karena kami bisa berkorban dengan rasa senang, dengan rasa bangga, dengan semangat yang tinggi," ujarnya.