Litbang Kompas: Pemilih Nasdem Lebih Banyak Pilih Ganjar Dibanding Anies

Deklarasi Calon Presiden Partai Nasdem Usung Anies Baswedan
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Politik - Survei Litbang Kompas merilis riset terbarunya terkait survei kepemimpinan nasional 'Membaca Pergeseran Pemilih Partai Politik'. Dari temuan survei, nama Ganjar Pranowo banyak dipilih dari suara pemilih Partai Nasdem.

Dikutip dari data Litbang Kompas, Selasa, 25 Oktober 2022, responden diajukan pertanyaan soal 'Pilihan Presiden dari Pemilih Partai Nasdem'. Ganjar di posisi pertama dengan meraih 26,9 persen dari periode survei pada Oktober 2022. 

Pun, urutan kedua ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dapat 17,3 persen dari pemilih Partai Nasdem. Posisi tiga ada mantan Gubernur DKI Anies Baswedan dengan 15,4 persen. Baik Prabowo dan Anies juga berdasarkan survei periode Oktober 2022.

Urutan empat ada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan 7,7 persen. Posisi lima ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang meraih 5,8 persen.

Gubernur Ganjar Pranowo saat kegiatan di Magelang, jateng.

Photo :
  • Istimewa
 

Lalu, posisi enam Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan 1,9 persen. Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di urutan tujuh dengan 1,9 persen.

"Lainnya 15,3 persen, tidak tahu 7,8 persen," demikian dikutip pada Selasa, 25 Oktober 2022.

Survei Litbang Kompas juga meriset terkait 'Pemilih Anies Baswedan dari Latar Belakang Pilihan Parpol' periode Oktober 2022. Dari temuan itu, PKS jadi yang teratas dengan 20,7 persen.

Deklarasi Nasdem usung Anies Baswedan jadi bakal capres 2024.

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Di bawah PKS, ada Demokrat 19,8 persen, Gerindra 13,1 persen, Golkar 8,1 persen, PDIP 6,6 persen, PAN 5,6 persen. Sementara, PKB 5,1 persen, Nasdem 4 persen, PPP 2 persen. "Lainnya 5,9 persen, tidak tahu 7,8 persen," tambah keterangan data Litbang Kompas.

Survei Litbang Kompas ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dari tanggal 24 September 2022 - 7 Oktober 2022. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Dengan metode itu, tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error kurang lebih 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak secara sederhana. Meski demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.