Masyarakat Dayak Minta Jatah Menteri ke Prabowo Jika Jadi Presiden RI

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan masyarakat Dayak Kalimantan di Kluwi Land, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 20 Januari 2024.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Destriadi Yunas Jumasani (Pontianak)

Pontianak – Pemimpin besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah meminta jatah kursi menteri ke calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto jika menenangkan kontestasi Pemilu Presiden 2024.

Permintaan itu disampaikan langsung Panglima Jilah saat menerima kedatangan dan silaturahmi Prabowo Subianto di Kluwi Land, Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu, 20 Januari 2024.

"Kami sangat mengharapkan adanya menteri dari kami (masyarakat Dayak) untuk mensukseskan program pemerintah bapak ke depannya," ucap Panglima Jilah.

Capres nomor urut dua, Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 20 Januari 2024

Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Selain minta jatah kursi menteri, Panglima Jilah juga meminta Prabowo mendirikan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN) jika dirinya menjadi Presiden RI 2024-2029. Dia juga berpesan agar unsur budaya Dayak tak ditinggalkan dalam setiap sisi pembangunan IKN.

"Jangan pernah meninggalkan unsur budaya lokal, khususnya Dayak dalam setiap pembangunan di Ibu Kota Nusantara. Besar harapan kami IKN dapat berpengaruh terhadap pembangunan masyarakat Dayak, baik kualitas sumber daya manusia maupun pembangunan infrastruktur," jelas dia.

Terakhir, Panglima Jilah juga meminta Prabowo untuk memperhatikan akses pendidikan bagi anak-anak Dayak. Terutama dalam menempuh seleksi masuk pendidikan TNI-Polri.

"Kami rindu melihat jenderal-jenderal dari suku Dayak RI masa depan. Kiranya kesempatan berikutnya tersedia bagi kami suku Dayak ada yang dapat menjadi jenderal," tandasnya.