Polisi Tembak TNI, Komisi I Minta Kedua Pihak Tahan Diri

Pemberangkatan jenazah Serda Muhammad Ilman, dari Poso, Sulawesi Tengah. Tim intelijen Operasi Tinombala ini tewas ditembak Brimob.
Sumber :
  • Aldrim Thalara/ VIVA.co.id

VIVA.co.id - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Charles Honoris, berharap TNI dan Polri melakukan investigasi bersama, terkait insiden tewasnya anggota Satgas Tinombala, Serda Muhammad Ilman. Hal itu agar tidak terjadi kesalahpahaman dan apa yang sebenarnya terjadi bisa diketahui kedua belah pihak.

"Saat ini kita harus menunggu ya sampai nanti selesai hasil akhir investigasi. Kita berharap tentunya TNI dan Polri bersama-sama melakukan join investigasi, bersama-sama agar kebenaran bisa terkuak dan kedepannya agar berhati-hati dan tidak terulang kembali," kata Charles di Auditorium Nurcholish Majid, Universitas Paramadina, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juli 2016.

Dia berharap, kejadian tersebut tidak akan menimbulkan gesekan antara TNI dengan Polri.

"Kita berharap kejadian ini tidak menimbulkan ketegangan antara kedua institusi agar anggota Polri dan TNI. Kita berharap mereka berdua, kedua institusi supaya menahan diri dan melihat ini secara jernih," ujarnya.

Apabila hal tersebut benar terjadi, lanjutnya, ia mengatakan sebagai suatu ketidak sengajaan. Ia minta, kejadian itu jangan sampai diisukan miring, sehingga akhirnya menimbulakn gesekkan antara TNI dengan Polri.

"Karena sebuah accident dan harus di treatment sebagai accident jangan sampai ini diplintir kemana-mana agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," katanya.

Terakhir, Charles mengatakan, jika ada indikasi ketidaksengajaan dalam kasus itu, tentunya yang bersalah harus di proses.

"Tapi itu bisa dilakukan setelah investigasi yang menyeluruh. Kalau memang terjadi adanya kesalahan prosedur disitu tentunya yang bersalah harus di proses," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa lalu, 26 Juli 2016, terjadi kesalahpahaman antara anggota tim sekat Brimob dengan tim Satgas Tinombala di Desa Towu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Serda Muhammad Ilman, anggota intelijen Korem 132 Tadulako terkena tembakan di bagian kepala.