Doa 'Kritikan' di Penutupan Sidang Tahunan Tuai Pujian

Penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

VIVA.co.id – Usai Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD dan Lembaga-Lembaga Negara sejak pagi hingga sore tanggal 16 Agustus 2016, salah satu momen yang menjadi bahan perbincangan di media sosial adalah doa penutup sidang.

Doa penutup ini dibacakan anggota DPR RI asal Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Syafi'i. Video doa ini pun diunggah masyarakat ke situs Youtube, dan sudah ditonton jutaan pasang mata. Video itu juga viral, setelah disebarkan mereka yang sudah menyaksikannya.

Doa Syafi'i dinilai memberikan kritikan secara terselubung kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang membacakan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan dalam Sidang Tahunan itu. 

"Kan setiap tindakan ada risikonya," kata Syafi'i menanggapi perkembangan ini saat dihubungi, Kamis, 18 Agustus 2016.

Menurut Syafi'i, niat dalam doa itu adalah untuk perbaikan, sehingga pemerintah diharapkan selalu bisa memberi pengayoman kepada rakyatnya. "Pemerintah itu harus memberi manfaat," ujar Syafi'i.

Syafi'i bilang doa itu menjadi cerminan suasana kebatinan yang dirasakan masyarakat, dan bukan instruksi partai. Dia juga mengaku mendapatkan banyak respon positif setelah doa itu disampaikan. "300 SMS yang masuk, semuanya merespons positif," kata Syafi'i.

Sebelumnya, dalam doa penutup Sidang Tahunan, Syafi'i berharap Indonesia dijauhkan dari pemimpin yang berkhianat, mereka yang hanya memberikan janji, dan harapan kosong. Pemimpin yang tidak bekerja untuk memajukan bangsa dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat.

Syafi'i juga menyinggung mengenai derasnya arus pekerja asing, sehingga menjadikan warga Indonesia menjadi kuli di negeri sendiri. Sampai-sampai kekayaan alam pun dikuasai bangsa asing.

Selain itu, dia juga meminta agar pemimpin negeri yang tidak mau bertobat agar digantikan dengan yang lebih baik.