Maruarar Sirait Berharap Megawati Dukung Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), selfie bareng penggemar.
Sumber :
  • Agus Tri Haryanto/VIVA

VIVA.co.id – Politikus PDIP, Maruarar Sirait menyarankan agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok belajar dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat dan partai.

"Ini pandangan saya pribadi. Dari awal saya berharap betul Ahok bisa belajar dari Jokowi, bagaimana bisa dapatkan dukungan dari partai paling kuat di Jakarta dan Indonesia, PDIP," kata Maruarar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 18 Agustus 2016.

Dia mengatakan, PDIP memang belum memutuskan pilihan soal calon yang akan diusung di Pilkada Jakarta. Namun Maruarar secara pribadi berkeyakinan dan berharap Megawati akan mendukung Ahok.  

"Figur kuat, elektabilitas tinggi, partai pemenang Pemilu, banyak di DPRD, punya track record baik, melakukan perubahan publik yang baik, punya komunikasi yang baik dengan Presiden, sekarang Gubernur Jakarta. Ini semua terpenuhi. Djarot juga pernah jadi Wali Kota Blitar," ujar Maruarar soal Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Ia mencontohkan pada tahun 2012, Jokowi mampu menjadi figur yang dipercaya rakyat dan relawan. Ia menilai sosok Ahok sebenarnya juga tak jauh berbeda dengan Jokowi. Namun pendekatan harus dilakukan Ahok dengan tepat.

"Tahun 2012 kita kenal istilah politics citizen, politik warga. Warga datang sendiri, bikin baju kotak-kotak sendiri dan partisipasi publik sangat tinggi sekali. Jokowi jadi gubernur dan akhirnya jadi Presiden," kata Maruarar.

Menurutnya, Jokowi memiliki nilai yang bisa ditunjukkan dengan jelas antara lain integritas, kinerja dan prestasi.  

"Pesan buat Ahok lebih rendah hati. Tiap partai punya mekanisme dan prosedur, dia hormati itu. Juga lebih santun dalam berkomunikasi. Kalau secara kinerja, rakyat Jakarta, rakyat yang cerdas," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, baik Ahok dan Djarot Saiful Hidayat adalah kombinasi yang tepat. Maruarar karena itu yakin jika konstituen dan simpatisan PDIP masih mendukung duet petahana tersebut.

"Kita tunggu saja. Megawati pada waktunya akan ambil keputusan bijaksana dengan mata hatinya."

(mus)