Kritisi Kebijakan Jokowi, Forum Rembuk Nasional Digelar

Presiden Jokowi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diza Liane Sahputri

VIVA.co.id – Presiden Jokowi mendorong digelarnya suatu forum bertajuk Rembuk Nasional dalam rangka tiga tahun masa pemerintahannya. Tujuan adalah untuk mengkritisi janji politik yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Kemudian memberi masukan pada presiden sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja dalam pencapaian tujuan," kata Ketua Rembuk Nasional, Firdaus Ali, melalui keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Kamis, 12 Oktober 2017.

Firdaus berharap jika ada pencapaian kinerja-kinerja agar diungkapkan terbuka. Menurutnya, hal itu untuk membangun optimisme bersama dan bukan untuk tujuan yang lain.

"Bukan untuk pencitraan," kata pria yang juga Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Air dan Sumber Daya Air tersebut.

Salah satu acara yang digelar forum itu adalah Rembuk Nasional Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan, Universitas Mulawarman, Samarinda, pada Rabu, 11 Oktober 2017. Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Mulawarman Masjaya mengatakan bahwa capaian kinerja pemerintah dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan sudah cukup banyak khususnya dua tahun terakhir ini.

Meski demikian, masih banyak hal yang masih harus diperbaiki. Antara lain pembangunan yang masih menimbulkan kerusakan sumber daya alam dan menurunkan kualitas lingkungan hidup, penguasaan lahan oleh masyarakat di kawasan hutan sebagian juga belum clean & clear,  keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai penyangga kehidupan manusia masih berada dalam ancaman, bisnis kehutanan yang masih dikelola secara tidak berkelanjutan, serta upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim masih kurang direspons secara progresif.

Rembuk bertema "Memperjuangkan Masa Depan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang Lebih Baik" itu adalah salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Rembuk Daerah yang diselenggarakan di 16 Perguruan Tinggi di Indonesia, dengan tema berbeda-beda. Hasil rembuk ini akan dikompilasi dan disampaikan ke Presiden Jokowi pada acara puncak Rembuk Nasional di Jakarta pada 25 Oktober 2017.