Lima Tips agar Keluarga Muda Bebas dari Ancaman Bangkrut

Ilustrasi keuangan keluarga.
Sumber :
  • Halomoney

Jadi, semisal nilai pengeluaran rutin bulanan adalah Rp4 juta, maka Anda perlu memulai menabung kebutuhan dana darurat sampai Rp24 juta. Bila berencana menabung dana uang muka pembelian rumah, maka Anda dan pasangan harus siap mengencangkan ikat pinggang lebih kuat. 

Pangkas pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya tersier, gaya hidup dan rekreatif. Misalnya, pengeluaran untuk hangout tiap akhir pekan, pengeluaran fashion, dan lain sebagainya.

3. Mulai berasuransi

Kebutuhan proteksi sangat penting bila Anda sudah berkeluarga. Dengan asuransi, Anda bisa mengelola risiko finansial keluarga dengan lebih baik. Dengan posisi saat ini sebagai kepala keluarga, Anda menjadi penanggung hidup pasangan. 

Maka itu, Anda membutuhkan asuransi jiwa sebagai cara mengelola risiko keuangan bila sewaktu-waktu sebagai pencari nafkah utama keluarga meninggal dunia. Selain asuransi jiwa, Anda dan pasangan juga membutuhkan asuransi kesehatan untuk memitigasi risiko keuangan saat jatuh sakit dan membutuhkan pengobatan. 

Bila anggaran terbatas, paling tidak milikilah jaminan kesehatan dasar seperti BPJS Kesehatan.

4. Miliki tujuan keuangan

Sejak memiliki penghasilan, seseorang sebaiknya sudah mulai memiliki tujuan keuangan yang spesifik. Yang paling mudah bagi pasangan muda, apabila belum memiliki rumah sendiri adalah menetapkan tujuan keuangan berupa mengumpulkan dana pembelian rumah (uang mukanya). 

Bila berencana memiliki anak, Anda bisa memulai mengumpulkan kebutuhan biaya kelahiran dan sekolahnya kelak. Tujuan keuangan lain yang tak kalah penting adalah memulai mengumpulkan dana pensiun. Nah, bagaimana agar tujuan keuangan bisa tercapai lebih mudah? Yang pasti, menabung uang saja di produk tabungan bank, tidak lagi cukup. 

Anda sebaiknya memulai untuk berinvestasi di produk pasar keuangan lain seperti reksadana atau obligasi. Reksadana misalnya, bisa Anda dapatkan dengan harga murah mulai Rp100 ribu per unit. Dana yang Anda investasikan di reksadana akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi.

5. Hindari utang konsumtif

Supaya keuangan selalu sehat, jangan mudah tergoda mengambil utang yang sifatnya konsumtif. Misalnya, mengambil cicilan berbunga memakai kartu kredit, mengambil pinjaman tanpa agunan untuk kebutuhan konsumtif semata, dan utang lain yang sebenarnya masih bisa dihindari.