BTN Targetkan Salurkan Pembiayaan hingga 250 Ribu Unit Rumah KPR Subsidi pada 2024

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN, Hirwandi Gafar, dalam webinar 'Property Outlook 2024', Selasa, 27 Februari 2024.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk atau (BTN) menargetkan pembiayaan rumah KPR subsidi di tahun 2024, bisa mencapai kisaran 220.000 hingga 250.000 unit.

Direktur Consumer and Commercial Lending BTN, Hirwandi Gafar berharap, pihaknya bisa mendapat tambahan dana guna mencapai target pembiayaan rumah KPR subsidi hingga kisaran 250.000 unit tersebut.

"Mudah-mudahan tahun ini akan ada tambahan (dana) lagi, supaya minimal (pembiayaan) sekitar 220.000 sampai 250.000 unit rumah yang bisa disalurkan di tahun 2024 ini," kata Hirwandi dalam webinar 'Property Outlook 2024', Selasa, 27 Februari 2024.

Ilustrasi rumah subsidi (Foto/Antara)

Photo :
  • vstory

Meski demikian, Hirwandi tidak merinci soal berapa nominal dana yang dibutuhkan pihaknya, untuk pembiayaan rumah sebanyak 220.000 hingga 250.000 unit rumah KPR subsidi tersebut.

Namun di satu sisi, Dia menyayangkan bahwa tahun ini porsi FLPP bagi KPR subsidi dari APBN, hanya sebesar Rp 13,7 triliun untuk membangun 166.000 unit rumah. Padahal, realisasi FLPP tahun 2023 mencapai 229.000 unit, dengan nilai mencapai Rp 26,3 triliun.

"Di tahun 2024 (FLPP) yang tersedia saat ini (diperuntukkan bagi) sebanyak 166 unit, dengan anggaran baru di APBN sekitar Rp 13,7 triliun," ujarnya.

Karenanya, selain dari APBN, Hirwandi juga berharap dana untuk pembiayaan KPR subsidi tahun ini masih bisa ditambah, dengan adanya guliran pengembalian dana FLPP yang sudah disalurkan. Misalnya seperti yang terjadi pada tambahan dana bakal KPR subsidi tahun lalu.

Ilustrasi Bank BTN

Photo :
  • Dok. BTN

Sebab, menurutnya sampai saat ini KPR masih sangat digandrungi masyarakat, bahkan jauh mengungguli pilihan pembayaran pembelian rumah lainnya baik berupa pembayaran tunai bertahap maupun pembayaran tunai.

"Karena pilihan untuk pembelian rumah, masih didominasi oleh KPR, dan masyarakat masih menganut ini. Pilihan masyarakat terhadap KPR juga mendorong KPR untuk tetap tumbuh positif, di samping dukungan sejumlah kebijakan dari pemerintah," ujarnya.