AirAsia Siapkan Presentasi Rencana Bisnis ke Kemenhub

CEO Group AirAsia, Tan Sri Tony Fernandes (tengah) bersama tim.
Sumber :
  • AirAsia

VIVA.co.id - AirAsia Indonesia menyambut baik klarifikasi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait dukungan terhadap 13 maskapai dalam meningkatkan ekuitas.

Sebelumnya, pagi ini, Kamis 9 Juli 2015, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengumumkan akan memberikan kesempatan kepada 13 maskapai untuk meningkatkan nilai ekuitas dari negatif menjadi positif.

Apabila maskapai tidak dapat meningkatkan nilai ekuitasnya hingga batas waktu yang telah ditentukan, Kementerian Perhubungan akan meninjau kembali permohonan izin rute baru yang disampaikan oleh maskapai-maskapai tersebut.

“Kami hendak mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan atas klarifikasi yang telah diberikan terkait langkah-langkah yang akan dilakukan oleh kementerian dalam membina seluruh maskapai yang sebelumnya masuk ke dalam daftar perusahaan dengan nilai ekuitas negatif," kata Sunu Widyatmoko, presiden direktur AirAsia Indonesia, dalam rilis yang diterima VIVA.co.id, Kamis 9 Juli 2015.

Menurut Sunu, AirAsia Indonesia saat ini tengah menyusun rencana bisnis dalam meningkatkan nilai ekuitas dan akan mempresentasikan ke kementerian sebelum akhir bulan ini.

Sunu memastikan bahwa AirAsia Indonesia tidak pernah berkompromi dengan keselamatan penerbangan dan kualitas layanan kepada pelanggan.

"Kami akan terus menjaga kualitas layanan terbaik dan memenuhi standar keselamatan penerbangan dunia. AirAsia berkomitmen untuk bekerja sama dengan regulator dalam meningkatkan kualitas industri penerbangan di Indonesia dan sektor-sektor berkaitan lainnya,” ujar dia.

Adapun, Kementerian Perhubungan akan mengundang 13 maskapai untuk menyampaikan rencana bisnis guna memastikan bahwa masing-masing maskapai memiliki rencana bisnis yang memadai untuk meningkatkan nilai ekuitas mereka.

Selain itu, Kementerian Perhubungan akan terus membantu, mendukung, dan membina ke-13 maskapai hingga nilai ekuitas mereka meningkat, sehingga maskapai dapat menjaga standar keselamatan dan layanan yang diharapkan.

Sebelumnya, Kemenhub telah merilis 13 maskapai penerbangan yang terbukti memiliki laporan keuangan negatif. Berikut 13 maskapai yang memiliki laporan keuangan negatif:

1. AirAsia Indonesia
2. Batik Air
3. Asialink Cargo Airlines
4. Cardig Air
5. Trans Wisata Prima Aviation
6. Survai Udara Penas
7. Eastindo Services
8. Johnlin Air Transport
9. Manunggal Air Service
10. Nusantara Buana air
11. Ersa Eastern Aviation
12. Air Pasifik Utama
12. Tri MG Intra Airlines