Pengamat Soroti Penurunan Performa Ole Romeny: Jangan Terjebak Penampilan Masa Lalu
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
VIVA –Pengamat sepak bola Edwin Setyadinata menyoroti penurunan performa Ole Romeny bersama Timnas Indonesia. Menurutnya, penampilan seorang pemain diaspora tidak bisa terus dinilai berdasarkan performa masa lalu karena kondisi pemain dapat berubah akibat cedera, minim menit bermain, maupun persaingan di klub.
Hal tersebut disampaikan Edwin dalam podcast Tiki Taka Milanesia di YouTube NLR Sports. Ia menilai performa pemain harus terus diperhatikan secara aktual, termasuk ketika seorang pemain mengalami kesulitan untuk kembali ke level permainan terbaiknya.
Edwin secara khusus menyinggung Romeny yang sebelumnya sempat tampil menjanjikan bersama Timnas Indonesia. Namun, ia meminta publik tidak terburu-buru menjadikan penampilan masa lalu sebagai ukuran utama untuk menilai kondisi sang pemain saat ini.
Striker Fortuna Sittard Ole Romeny
- Instagram/oleromeny
Menurut Edwin, salah satu faktor yang dapat membuat performa pemain menurun adalah cedera. Selain itu, persaingan dengan pemain baru di posisi yang sama juga bisa membuat seorang pemain kehilangan tempat dan menit bermain di klub.
Situasi tersebut kemudian dapat berdampak terhadap performa ketika membela tim nasional. Edwin mencontohkan pemain yang jarang bermain secara reguler dapat kehilangan sentuhan serta ritme pertandingan.
“Sejago-jagonya pemain diaspora itu, itu kan mereka manusia. Mereka tuh bisa performanya menurun,” ujar Edwin, dikutip Senin 24 Agustus 2026.
Ia kemudian menyinggung kondisi Romeny yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian. Edwin bahkan menyebut Romeny berpeluang menyusul Thom Haye ke Super League jika tak bergabung dengan Fortuna Sittard.
“Romeny kalau enggak ke Fortuna cuma tinggal tunggu waktu aja (ke Liga Indonesia), guys,” kata Edwin dalam podcast tersebut.
Edwin juga mengingatkan agar penilaian terhadap pemain Timnas Indonesia tidak hanya berdasarkan nama besar atau penampilan ketika sedang berada dalam performa terbaik. Menurutnya, pelatih perlu melihat siapa pemain yang sedang tampil bagus dan memiliki menit bermain yang cukup di klub.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang tetap memiliki kedalaman skuad meski seorang pemain mengalami penurunan performa. Ketika seorang pemain tidak lagi berada di level terbaiknya, pelatih dapat memilih pemain lain yang sedang tampil lebih baik.