Saat Prancis Guncang Dunia dengan Olahraga! Indonesia Tersisih: Sepakbola Belum Berjaya, Bulutangkis Tak Lagi Digdaya

Thom Gicquel/Delphine Delrue
Sumber :
  • Reuters/Bhawika Chhabra

VIVA – Prancis selama ini dikenal sebagai salah satu kiblat sepak bola dunia. Les Bleus telah dua kali menjadi juara Piala Dunia, pada 1998 dan 2018, serta dua kali mengangkat trofi Piala Eropa pada 1984 dan 2000.

img_title Pengamat Soroti Penurunan Performa Ole Romeny: Jangan Terjebak Penampilan Masa Lalu

Negara yang melahirkan sederet pemain kelas dunia itu kini mulai menunjukkan wajah berbeda di cabang olahraga lain. Bukan sekadar ikut meramaikan, Prancis justru mulai mengguncang dunia bulutangkis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena tersebut terlihat jelas pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India. Prancis menciptakan sejarah dengan menyabet dua medali emas sekaligus melalui Thom Gicquel/Delphine Delrue di ganda campuran dan Alex Lanier di tunggal putra.

img_title Dulu Rajanya Dunia, Kini 5 Edisi Puasa Emas: PBSI Patut Berkaca

Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena bulutangkis selama ini identik dengan negara-negara Asia seperti Indonesia, China, Jepang, dan Korea Selatan.

Namun, Prancis berhasil menerobos dominasi tersebut. Gicquel/Delrue lebih dulu membuka pesta. Mereka menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dalam pertandingan final yang berlangsung sengit.

img_title Pengamat Blak-blakan soal Kualitas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia: Kebanyakan Bukan Grade A

Pasangan Prancis tersebut menang 22-20, 19-21, 21-15. Kemenangan itu menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Prancis memiliki juara dunia bulutangkis. Bahkan, sebelum edisi 2026, Prancis belum pernah tampil di final Kejuaraan Dunia BWF.

Tidak berhenti di sana. Alex Lanier kemudian membuat kejutan yang lebih besar. Pebulutangkis berusia 21 tahun itu menghancurkan wakil Jepang, Kodai Naraoka, dua gim langsung 21-11, 21-11.

Lanier pun tercatat sebagai pebulutangkis Prancis pertama yang menjadi juara dunia nomor tunggal putra. Dua emas dalam satu hari membuat Prancis benar-benar mencuri perhatian dunia.

Ironisnya, pada saat Prancis yang sudah lama menjadi kekuatan besar sepak bola justru mulai menciptakan sejarah di bulutangkis, Indonesia malah sedang menghadapi periode yang cukup mengkhawatirkan di olahraga yang selama ini menjadi salah satu sumber kebanggaan terbesar bangsa.

Pebulutangkis Prancis, Alex Lanier

Photo :
  • REUTERS/Bhawika Chhabra

Prancis Berjaya, Indonesia Justru Terpuruk

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika Prancis mampu membawa mental juara dari sepak bola ke cabang olahraga lain, Indonesia justru harus menerima kenyataan bahwa dominasi di bulutangkis mulai tergerus.

Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi salah satu bukti paling nyata. Indonesia gagal membawa pulang medali emas. Bahkan, pencapaian terbaik wakil Merah Putih hanya medali perunggu yang diraih ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut