Dulu Rajanya Dunia, Kini 5 Edisi Puasa Emas: PBSI Patut Berkaca

Ganda Campuran Amri/Nita Tekuk Pasangan Turki di Kejuaraan Dunia BWF 2026
Sumber :
  • Dok. PBSI

VIVA – Bulutangkis Indonesia kembali pulang dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 tanpa medali emas. Hasil ini bukan sekadar kegagalan meraih gelar, tetapi juga menjadi alarm keras bagi PBSI.

img_title Saat Prancis Guncang Dunia dengan Olahraga! Indonesia Tersisih: Sepakbola Belum Berjaya, Bulutangkis Tak Lagi Digdaya

Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali dari Kejuaraan Dunia BWF 2026. Medali tersebut berupa perunggu yang dipersembahkan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak adanya wakil Indonesia di partai final membuat paceklik gelar juara dunia berlanjut. Kini, Merah Putih sudah lima edisi berturut-turut gagal meraih medali emas.

img_title Prancis Berpesta, Indonesia Merana: 2 Gelar Kejuaraan Dunia BWF 2026 Jadi Milik Negeri Eropa

Catatan tersebut menjadi semakin miris jika melihat sejarah panjang Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF.

Terakhir kali atlet Indonesia berdiri di podium tertinggi terjadi pada edisi 2019. Saat itu, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil merebut gelar juara dunia.

img_title Miris! Tak Ada Satu pun Wakil Indonesia, Ini Jadwal Pertandingan Final Kejuaraan Dunia BWF 2026

Setelah itu, prestasi Indonesia perlahan merosot. Pada edisi 2021, 2022, 2023, 2025, hingga 2026, tidak ada satu pun wakil Indonesia yang mampu mengakhiri turnamen sebagai juara dunia.

Pencapaian terbaik setelah gelar Ahsan/Hendra bahkan hanya medali perak yang diraih Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti pada Kejuaraan Dunia 2023.

Memecahkan Rekor Buruk

Paceklik emas selama lima edisi beruntun membuat Indonesia kini menorehkan catatan yang lebih buruk dibanding periode 1985-1991. Pada periode tersebut, Indonesia sempat melewati empat edisi Kejuaraan Dunia tanpa meraih medali emas.

Namun, paceklik yang berlangsung sejak 2021 hingga 2026 kini membuat catatan tersebut terlewati. Lima edisi tanpa emas menjadi rekor buruk baru bagi bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia.

Kondisi ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi PBSI. Sebab, Indonesia selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu kekuatan utama bulutangkis dunia.

Pernah Jadi Rajanya Dunia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia pernah berada di titik yang jauh berbeda. Kejuaraan Dunia 1993 menjadi salah satu bukti bagaimana kekuatan bulutangkis Indonesia begitu ditakuti. Setelah melewati periode paceklik gelar, Indonesia langsung bangkit dengan merebut tiga medali emas sekaligus.

Joko Suprianto menjadi juara dunia tunggal putra. Di sektor tunggal putri, Susy Susanti berhasil membawa pulang emas.Sementara itu, Ricky Subagja/Rudy Gunawan menjadi juara dunia di nomor ganda putra.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut