Saat Prancis Guncang Dunia dengan Olahraga! Indonesia Tersisih: Sepakbola Belum Berjaya, Bulutangkis Tak Lagi Digdaya
- Reuters/Bhawika Chhabra
Artinya, Indonesia kembali gagal menjadi yang terbaik di panggung dunia. Catatan ini membuat puasa emas Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF berlanjut. Terakhir kali wakil Merah Putih berdiri di podium tertinggi adalah pada 2019 melalui pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Setelah itu, Indonesia belum mampu kembali merebut gelar dunia. Situasi tersebut tentu menjadi alarm bagi bulutangkis Indonesia. Sebab, Indonesia bukan negara sembarangan di cabang olahraga ini.
Merah Putih merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah bulutangkis dunia. Indonesia juga memiliki tradisi panjang melahirkan juara dunia, juara Olimpiade, hingga penguasa Piala Thomas.
Sebut saja Taufik Hidayat, Hendra Setiawan/Markis Kido/Mohamad Ahsan, Tony Gunawan/Candra Wijaya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, hingga rangking 1 BWF terlama ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Mereka adalah nama-nama yang kerapmeraih medali di level internasional. Namun, fondasi tersebut kini mulai mendapatkan tantangan serius.
Rekor Kelam di Piala Thomas
Kondisi tersebut bahkan sudah terlihat sebelum Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pada Piala Thomas 2026, Indonesia menorehkan catatan yang sebelumnya nyaris tidak terbayangkan.
Tim Indonesia untuk Piala Thomas dan Uber 2026
- Instagram @badminton.ina
Tim putra Indonesia tersingkir di fase grup setelah kalah 1-4 dari Prancis di Horsens, Denmark. Kekalahan itu bukan sekadar hasil buruk dalam satu pertandingan.
Indonesia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah gagal lolos ke fase gugur Piala Thomas.
Sebelum 2026, pencapaian terburuk Indonesia adalah mencapai perempat final pada 2012. Bahkan sejak pertama kali tampil pada 1958 hingga edisi 2024, Indonesia selalu mampu menembus fase gugur.
Dan ironisnya, negara yang menjadi salah satu penyebab sejarah kelam tersebut adalah Prancis. Indonesia kalah 1-4.
Lebih menyakitkan lagi, tiga tunggal putra Indonesia tumbang menghadapi wakil Prancis. Jonatan Christie kalah dari Christo Popov, Alwi Farhan takluk dari Alex Lanier, sedangkan Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov.
Nama Alex Lanier kemudian kembali mencuat beberapa bulan setelahnya. Pemain yang ikut menyingkirkan Indonesia di Piala Thomas tersebut kini justru menjadi juara dunia tunggal putra 2026. Sebuah ironi yang sulit diabaikan.