Gempar, Hasil Ballon d'Or Bocor, Lionel Messi Sabet Trofi ke-7

Bintang Paris Saint-Germain, Lionel Messi.
Sumber :
  • Instagram/@psg

VIVA – Jagat sepakbola kembali gempar. Bagaimana tidak, hasil Ballon d'Or yang seharusnya diumumkan awal tahun depan sudah lebih dulu bocor.

Dan yang lebih mencengangkan, penghargaan paling prestisius di level individu ini kembali diraih oleh megabintang Paris Saint-Germain dan Timnas Argentina, Lionel Messi.

Informasi tersebut sudah bocor di media sosial Twitter. Awalnya, jurnalis Spanyol yang menjadi host di El Chiringuito, Josep Pedrerol, menuliskan jika Messi bakal memenangkan trofi tersebut. Diikuti oleh Karim Benzema dan Robert Lewandowski seperti dikutip The Sun.

rekor Lionel Messi yang tidak mungkin dipecahkan Cristiano Ronaldo

Photo :
  • Diario Sport

Cuitan Pedrerol kemudian direspons oeh jurnalis Italia, Matte Moreno, yang menuliskan: "Messi, semua temannya sudah mengetahuinya."

Tentu, ini menjadi sebuah kelemahan pengawasan dari France Football selaku penyelenggara mengingat pemenang sudah lebih dulu bocor sebelum malam penghargaan digelar. Sejatinya, pemenang baru akan diumumkan pada Senin, 29 November 2021.

Di sisi lain, jika benar pesepakbola 34 tahun yang berhasil menang, ini bakal jadi pencapaian bersejarah dalam kariernya dan di jagat sepakbola sendiri. Pasalnya, trofi tersebut merupakan yang ketujuh bagi Messi.

Striker Real Madrid, Karim Benzema

Photo :
  • twitter.com/realmadriden

Rekor tersebut akan sangat sulit dikalahkan oleh pemain mana pun. Termasuk Cristiano Ronaldo sebagai pesaing terdekatnya yang telah lima kali menyabet penghargaan tersebut.

Messi sebelumnya sudah mengoleksi enam trofi yang diraihnya pada 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, dan 2019. Dia berpotensi menjuarai Ballon d'Or tahun ini berkat kesuksesannya membawa Timnas Argentina juara Copa America 2021.

Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski

Photo :
  • twitter.com/FCBayernEN

Trofi ini absen diperebutkan pada 2020 silam akibat pandemi COVID-19. Padahal, Robert Lewandowski berpeluang besar memenangkan trofi tersebut setelah membawa Bayern Munich menyabet sextuple atau mengoleksi enam gelar yang ada di sepanjang tahun tersebut alias sapu bersih.