Masa Gelap 31 Tahun Belanda yang Terulang

Kapten Timnas Belanda, Arjen Robben.
Sumber :
  • REUTERS/Toussaint Kluiters

VIVA.co.id – Bukan hal yang aneh Belanda absen di Piala Dunia. Memang, itu kalimat yang tepat karena Belanda ternyata sering absen di ajang sepakbola terbesar dunia itu.

Tapi, jika tak lolos dalam dua turnamen mayor dalam dua tahun beruntun seperti Piala Eropa dan Piala Dunia, itu menjadi prestasi yang sangat buruk. Ya, Belanda mengalaminya sejak 2016 hingga 2018.

Dalam jangka waktu dua tahun, mereka harus menjadi penonton setia di Piala Eropa dan Piala Dunia. Sebuah catatan hitam bagi sejarah sepakbola Negeri Tulip.

Seperti dirangkum VIVA.co.id dari berbagai sumber, hasil minor ini ternyata pernah ditorehkan Belanda 31 tahun silam. Pada 1982 silam, Belanda tak lolos ke Piala Dunia.

Berselang dua tahun, Belanda juga gagal lolos ke Piala Eropa di Prancis. Ironisnya, pada 1986, Belanda kembali gagal melaju ke Piala Dunia di Meksiko.

Yang menarik, kegagalan Belanda lolos ke Piala Eropa 1984 punya pola sama dengan sekarang. Mereka mengoleksi poin yang sama dengan rivalnya saat itu, Spanyol.

Lebih rumitnya lagi, Spanyol dan Belanda punya selisih gol yang sama, +16. Hanya saja, Belanda kalah agresivitas dua gol dari Spanyol. Jadi, Tim Matador lebih berhak melaju ke Piala Eropa.

Pada akhirnya, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) menggelar evaluasi besar-besaran. Mereka akhirnya memperbaiki struktur pembinaan dan mengembalikan pelatih legendarisnya, Rinus Michels untuk memimpin armada De Oranje.

Hasilnya luar biasa. Dalam kurun waktu dua tahun, Belanda bangkit. Mereka langsung menyabet trofi Piala Eropa 1988 dengan bermodalkan pemain kelas wahid macam Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ronald Koeman.

"Waktu yang tepat bagi kami untuk memperbaiki struktur sepakbola di Belanda. Pekerjaan yang besar agar kami bisa berkembang di masa depannya," terang eks winger Timnas Belanda, Arjen Robben, dilansir Football Oranje. (ase)