Menpora Ingin Indonesia Lawan Argentina dan Portugal Jelang Piala Dunia U-20

Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan
Sumber :
  • Antara

VIVA Bola – Hitung mundur 100 hari jelang Piala Dunia U-20 2023 dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada Kamis 9 Februari 2023. Sepakan penalti Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan yang menandainya.

Menpora berharap Indonesia sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Tidak cuma soal penyelenggaraan, tapi juga prestasi dan administrasi.

"Mudah-mudahan Indonesia sukses dalam penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan kunjungan wisata," kata Amali, dikutip dari Antara.

Indonesia U-20 vs Moldova U-20

Photo :
  • pssi.org

Iriawan menekankan pentingnya kerja sama dalam menggarap pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023. Karena ini menjadi sejarah bagi Indonesia bisa menjadi tuan rumah untuk kali pertama.

"Kita harus bersyukur dan bangga kompetisi usia muda FIFA berlangsung untuk pertama kalinya di Indonesia. Ini menjadi warisan untuk bangsa, khususnya bagi sepakbola Indonesia. Saya berharap masyarakat dapat bahu membahu menyukseskan acara ini," tuturnya.

Sebelum Piala Dunia U-20 2023 digelar, akan lebih dulu dihelat mini turnamen. Amali ingin dalam ajang tersebut, tim yang negaranya punya sejarah sepakbola kuat seperti Argetina dan Portugal diundang.

Timnas Indonesia U-20 saat menghadapi Antalyaspor

Photo :
  • PSSI

Kebetulan kedua tim tersebut sudah dipastikan tidak lolos ke Piala Dunia U-20 2023. Dengan uji kemampuan dengan dua tim tersebut, harapannya skuad Indonesia U-20 bisa memetik pelajaran.

"Mudah-mudahan, dengan lawan yang bagus, performa timnas kita semakin meningkat," ujar Amali.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan, saran Amali itu bisa saja dilakukan. Sejauh ini, baru tiga tim yang memastikan diri bisa turut serta, yakni Fiji, Guatemala, dan Republik Dominika.

"Untuk Fiji, dipastikan datang tanggal 16 Februari 2023. Akan tetapi, untuk lokasi pertandingannya di Indonesia, saya belum bisa mengetahuinya," kata Indra Sjafri.