BOPI Bantah Melunak Terkait Jadwal Kick Off ISL

Persija Jakarta vs Barito Putera di GBK
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
VIVA.co.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membantah telah memberikan izin kepada PT Liga Indonesia untuk menggelar Liga Super Indonesia (ISL) mulai 4 April 2015. Ketua BOPI, Noor Aman, menegaskan, pihaknya tetap tidak akan merestui kompetisi tersebut bergulir bila syarat-syarat fundamental belum terpenuhi.

“Prinsipnya, sampai saat ini BOPI belum memberi rekomendasi. Kemarin masih komitmen dengan persyaratan harus terpenuhinya kriteria fundamental sesuai hasil verifkasi yang tetap berlanjut,” kata Noor Aman, Selasa 24 Februari 2015. 

"Penerbitan rekomendasi masih harus di-back up cooperation agreement yang harus dipersiapkan dengan matang dan komprehensif," lanjutnya.

Pernyataan ini berbeda dengan isi kesepakatan yang diambil BOPI dengan PSSI di kantor Kemenpora, Senin, 23 Februari 2015. Dalam jumpa pers yang digelar usai pertemuan tersebut, disebutkan bahwa kick off ISL 2015 akan digelar 4 April nanti dan tak ada protes dari perwakilan BOPI yang hadir saat itu. Padahal, saat jumpa pers, selain Noor Aman, hadir juga  Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi, Gatot Dewa Broto.

Lihat berita lengkapnya pada tautan ini.

Namun, setelah jumpa pers digelar, Kemenpora lalu mengirim rilis kepada wartawan yang menyatakan BOPI tidak merekomendasikan ISL digelar 4 April 2015.

"Bagi saya yang penting syarat-syaratnya (dari BOPI) terpenuhi dulu. Kalau sudah terpenuhi, jangankan 4 April, besok juga ISL bisa kalau mau digelar,” kata Menpora Imam Nahrawi dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa 24 Februari 2015.

"Toh, kami punya alasan yang sangat kuat yang dilindungi aturan dan undang-undang. Nggak apa-apa, silahkan saja kirim surat ke presiden,” lanjutnya.

Di samping itu, Kemenpora juga tetap akan mengirimkan surat kepada FIFA terkait penjelasan mengapa ISL 2015 ditunda. Sebelumnya, Gatot mengatakan akan mengirim surat kepada FIFA pada Senin 23 Februari 2015, namun ketika dikonfirmasi, hari ini Kemenpora belum juga mengirim surat ke FIFA.

Berikut penjelasan Kemenpora terkait kesepakatan PSSI dan BOPI dalam situs resminya:

1. Rencana PT Liga Indonesia untuk mengadakan kick off kompetisi ISL 2015 pada tanggal 5 April 2015 dapat diterima dengan SYARAT SELURUH DOKUMEN YANG DIPERSYARATKAN TETAP HARUS DIPENUHI SEBELUM KICK OFF TERSEBUT. Kalimat ini sangat jelas disampaikan oleh Kemenpora, dengan kata lain SAMA SEKALI TIDAK ADA PEMUTIHAN ATAS SELURUH DOKUMEN YANG DIPERSYARATKAN.

2. Bahwasanya sebelum tanggal 4 April 2015, kompetisi ISL 2015 akan mulai digulirkan, itu dimungkinkan TETAPI SEJAUH PERSYARATANNYA DIPENUHI.

3. Sesuai keputusan BOPI pada tanggal 18 Pebruari 2015, penundaan adalah sampai dengan tanggal 4 Maret 2015 dan itupun tetap dengan syarat tergantung pemenuhan kewajiban yang telah ditetapkan pada PT Liga Indonesia.

4. Bahwasanya rencana mundurnya kompetisi ISL 2015 mulai 4 April 2015 adalah menurut PSSI dan PT Liga Indonesia karena untuk persiapan PSSI untuk berbagai event internasional dan juga secara bersamaan untuk memenuhi persyaratan yang dituntut BOPI (karena mengaku tidak bisa dipenuhi dalam waktu dekat) itu adalah urusan dan sepenuhnya tanggung-jawab PSSI dan PT Liga Indonesia.

5. Kemenpora dan BOPI TIDAK MERASA MELUNAK SIKAPNYA, karena jika melunak, mungkin setiap saat sebelum tanggal 4 Maret 2015 kick off itu bisa dilakukan. Sekali lagi ditegaskan, bahwa KEMENPORA DAN BOPI TETAP FIRM PADA SIKAPNYA SEMULA.

6. Apapun resiko dan dampak muti dimensional akibat penundaan hingga tanggal 4 April 2015 bukan tanggung jawab Kemenpora dan BOPI, tetapi sepenuhnya tanggung-jawab PSSI dan PT Liga Indonesia jika sewaktu-waktu ada yang mengeluh dan mempertanyakan.

7. Kemenpora meminta PSSI dan PT Liga Indonesia untuk tetap mematuhi pemenuhan kewajiban dalam melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan secara lengkap. Sebaliknya, Kemenpora juga meminta BOPI untuk lebih pro aktif mengingatkan dan mensupervisi jika masih ada sejumlah kekurangannya.

8. Kemenpora tidak mengurungkan niat untuk berkirim surat kepada Pimpinan FIFA dengan menjelaskan berbagai persoalannya secara lengkap (tanpa ada yang ditutup-tutupi) dengan tujuan agar FIFA mengetahui permasalahannya secara obyektif. Surat tersebut akan dikirimkan paling lambat akhir minggu ini.

9. Kesepakatan BOPI dan PSSI secara bersyarat tersebut dibuat secara proporsional dan tidak karena adanya tekanan dari siapapun juga.

10. Namun demikian, masyarakat tetap diberi kesempatan untuk tetap mengkritisi dan mengawal kepatuhan dan keseriusan PSSI dan PT Liga Indonesia dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang dituntut BOPI. Sebaliknya, terhadap BOPI pun wajib dikritisi seandainya ada hal-hal yang dianggap merupakan pelanggaran atas komitmennya untuk menegakkan peraturannya.
(One)

Baca juga: