Korban Jatuh, Panpel Persib Evaluasi Sistem Keamanan GBLA

Riko Andrean jadi korban salah sasaran oleh sesama Bobotoh.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dede Idurs (24-7-17)

VIVA.co.id – Awan hitam menyelimuti sepakbola Indonesia. Salah satu suporter Persib Bandung, Ricko Andrean, meninggal.

Ricko merupakan korban pengeroyokan salah sasaran yang dilakukan oknum Bobotoh. Akibat dikeroyok, Ricko mengalami koma selama empat hari dan dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf.

Insiden ini tentunya menjadi cerminan bagaimana lemahnya sistem pengamanan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Kami percayakan kepada kepolisian. Laga panas seperti ini, biasanya pengamanan ditingkatkan tiga kali lipat," kata Ketua Panpel Persib, Budi Bram Rachman, Kamis, 27 Juli 2017.

"Sebenarnya, kami sudah menambah pasukan dari sipil untuk mengamankan laga. Ini ada jeda tengah musim, akan kami evaluasi. Terutama, untuk pengamanan," lanjutnya.

PT Liga Indonesia Baru, selaku operator Liga 1, pun turut berkomentar tentang kasus meninggalnya Ricko. LIB mengutuk keras insiden pengeroyokan Ricko.

"Kami turut berduka cita. Ini bukan zaman barbar. Jangan bangga jadi suporter yang merusak nama baik klub kesayangan. Kami peringatkan, ini sudah mau masuk putaran kedua. Pasti, tensi akan lebih panas," ucap COO LIB, Tigorshalom Boboy.