Aplikasi LASAPI Buatan Alumni Australia ini Bantu Peternak di Sulsel

drh. Mappamancu, M. Anim., Sc. Layanan Selular Peternakan Terintegrasi (LA SAPI) ciptaannya telah melayani 15 ribu petani dan peternak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Sumber :
  • abc

Mappamancu menuturkan upaya untuk mewujudkan gagasannya ini tidak mudah dan sempat terkendala pendanaan.

Namun akhirnya berhasil mendapat dukungan hibah bagi para alumni universitas di Australia melalui skema Alumni Grant Scheme (AGS) pada 2017.

Sebuah skema yang didanai oleh Pemerintah Australia dan dikelola oleh Australia Awards di Indonesia untuk memilih proposal terbaik dari para alumni Australia yang dinilai mampu membawa perubahan dan perbaikan kepada masyarakat Indonesia.

Berkat pendanaan dari AGS dan kerjasama dari pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, inovasi pelayanan kepada peternak melalui short message service (SMS) broadcast yang diinisiasi Mappamancu dan diberi nama Layanan Selular Peternakan Terintegrasi (LASAPI) diluncurkan.

"Mekanismenya, Unit SMS center yang gunakan salah satu ruangan DPKH Sinjai akan membroadcast pesan terkait layanan yang kami berikan."

"Petani juga bisa mengirim pesan kepada kami soal layanan yang diperlukannya, nanti operator kami akan membroadcast informasi itu ke seluruh kontak yang ada di database kami." tuturnya.

Dan meski namanya LASAPI, tapi aplikasi ini tidak hanya layani peternak sapi saja."

Tapi semua petani dan peternak di Kabupaten Sinjai. Pengguna layanan ini ada peternak sapi, kambing, ayam, peternak breeding, pedagang dan masyarakat biasa, siapa saja boleh gabung di layanan ini." tambahnya.

Pria kelahiran Sinjai, 30 Mei 1980 ini bercerita, ketika hendak meluncurkan layanan LASAPI pada tahun 2017, banyak rekan yang mempertanyakan pilihannya untuk menggunakan sistem SMS Broadcast, tidak langsung pesan berbasis Android.

Namun ia menilai sistem SMS Broadcast ketika itu lebih efektif karena data yang dimilikinya, lebih dari 80% peternak di Sinjai masih menggunakan telepon genggam secara sederhana hanya untuk komunikasi dan senter.

"Kalau pakai Android memang terlihat hebat dan keren, tapi untuk apa jika akhirnya layanan yang menjadi tujuan utama program ini tidak sampai ke peternak."

"Karena mereka tidak pakai ponsel android." ungkapnya.

Lima aksi bantu peternak Mappamancu (paling kiri) bersama peternak dari Sinjai di Sulawesi Selatan.

Foto: Kementerian PANRB

Setelah setahun lebih beroperasi, layanan LASAPI, kini telah menjangkau 15 ribu petani dan peternak di Kabupaten Sinjai. Penyuluh pertanian melalui operator SMS Center di DPKH Sinjai akan mengirimkan SMS berisi tips beternak, informasi jual beli ternak dan kejadian penyakit hewan untuk mencegah penularan serta kerugian ekonomi akibat penyakit.