Ilmuwan Brasil Segera Pasarkan Vaksin 'Demam Keong'

Ilustrasi vaksin atau jarum suntik.
Sumber :
  • Pixabay/PhotoLizM

VIVA.co.id – Vaksin penyakit ‘demam keong’ atau schistosomiasis bakal segera dipasarkan. Pasalnya, ilmuwan Brasil akan segera meluncurkan uji klinis tahap akhir vaksin yang mereka ciptakan.

"Ini adalah pertama kalinya, bahwa vaksin parasit diproduksi dengan teknologi mutakhir dari Brasil mencapai tahap II studi klinis," ujar Miriam Tendler, yang memimpin proyek penelitian vaksin demam keong seperti dilansir Xinhuanet, Jumat, 2 September 2016.

Jangan salah menganggap demam keong sebagai demam ‘ecek-ecek’. Penyakit endemik ini bahkan berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat melebihi penyakit demam berdarah.

"Kami sedang bekerja untuk berkontribusi memerangi masalah kesehatan masyarakat yang memengaruhi populasi miskin di berbagai belahan dunia,” kata Tendler.

Menurut informasi, penyakit ini endemik di lebih dari 70 negara, di mana 800 juta orang kini dalam kondisi infeksi, terutama di Afrika. Setelah uji klinis final, uji coba akan dilakukan selama setahun terhadap 350 relawan di Senegal, dan akan dimulai pada pertengahan bulan September mendatang.

Jika terbukti efektif dan aman, vaksin kemudian bisa menjadi tersedia secara komersial, Hasil penelitian ini diharapkan pada tahun 2017. Diketahui, di Indonesia sendiri, demam keong melanda wilayah dataran tinggi yakni di Lindu, Napu dan Bada, Provinsi Sulawesi Tengah.

Schistosomiasis adalah penyakit menular menahun yang menyerang manusia. Schistosomiasis bersumber dari keong yang menular melalui pembuluh darah dan mengakibatkan infeksi hingga menyebabkan perut bengkak. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diatasi.