Penemuan Baru, Baterai Liquid Bisa Tahan 10 Tahun

Ilustrasi air
Sumber :
  • Pixabay/ Public Domain Pictures

VIVA.co.id – Sampai saat ini baterai moderen belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk bisa bertahan lama sampai bertahun-tahun. Bahkan baterai lithium-ion hanya mampu membuat gadget bertahan sekitar satu sampai dua hari.

Performa baterai li-ion seperti itu cukup membuat khawatir dunia. Tidak hanya karena tak mampu membuat smartphone bertahan ama tapi juga karena sampahnya cukup banyak dan tidak bisa didaur ulang. Hal ini dianggap sebagai hal yang tidak baik bagi industri dan buruk bagi sistem penyimpanan energi.

Namun baru-baru ini ilmuwan mengaku telah menemukan baterai yang bisa bertahan sampai 10 tahun. Para ilmuwan dari Harvard mengaku bisa memodifikasi bahan cair (liquid) agar bisa berfungsi sebagai penyimpan energi dalam kurun satu dekade.

Dilansir melalui Engadget, teknologi itu disebut sebagi flow battery. Dalam teknologi itu, mereka memodifikasi molekul dalam elektrolit, ferrocene dan viologen, sehingga stabil, larut dalam air dan tahan terhadap degradasi.

"Ketika energi larut dalam cairan alami, solusinya adalah menghasilkan satu persen energi dari setiap 1.000 siklus kapasitas. Artinya, daya tahannya akan lama," tulis laporan dari Harvard tersebut.

Penggunaan air juga dianggap sebagai berita yang menggembirakan, baik bagi lingkungan maupun komunitas. Baterai liquid jelas tidak berbahaya saat rusak atau tidak lagi digunakan. Bahkan harga produksinya akan sangat murah, membuat perangkat apa saja yang ditenagai Flow Battery ini bisa dijual dengan harga terjangkau.

Sayangnya, belum ada informasi pasti mengenai rencana pemasaran baterai ini walaupun ada pasar yang menunggu produksi massal dari Flow Battery. 

Lagi-lagi, industri sampai saat ini masih harus bergantung pada energi alternatif macam solar power.