Menkominfo Ajak Pemkot Perbanyak 'Co-Working Space'

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyadari adanya tren co-working space di Indonesia, khususnya daerah perkotaan. 

Ia pun berencana untuk mengajak pemerintah kota memperbanyak titik-titik co-working space di wilayah masing-masing.

Rudiantara mengatakan, co-working space merupakan tren yang akan terus tumbuh seiring dengan gaya hidup anak muda yang tak lagi membeli barang, melainkan jasa.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika pemerintah kota diajak untuk mengubah gedung-gedung yang tak terpakai.

“Ini bukan urusan pemerintah pusat. Saya berencana menghubungi beberapa pemerintah kota agar mau menggunakan bangunan atau gedung tak terpakai untuk dibangun dan dimanfaatkan menjadi co-working space,” ujar Rudiantara, ditemui di kantor Plug n Play, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

Dikatakannya, hanya itu yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong tren co-working space. Namun, Rudiantara belum memberikan kepastian siapa pemerintah kota yang akan dihubungi untuk hal ini. “Nantilah itu,” kata dia.

Co-working space merupakan bangunan yang terdiri dari beberapa sekat atau ruang yang disewakan untuk perkantoran.

Kantor-kantor minimalis yang menyediakan suasana ‘berkumpul dan bermain’ ini kerap digunakan oleh para penggagas startup atau perusahaan rintisan.

Selain harga sewa yang murah dan bisa dibayar bulanan, co-working space juga biasanya membentuk komunitas startup yang akhirnya membuahkan kolaborasi antara satu perusahaan rintisan dengan yang lain.

Saat ini sudah ada puluhan co-working space di Indonesia, antara lain Ev Hive, JSC Hive, Conclave dan lainnya. (ase)