Samsung Sumbang Rp9 Miliar untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

Samsung Electronics Indonesia donasi bencana di Sulawesi Tengah
Sumber :
  • VIVA/Misrohatun Hasanah

VIVA – Samsung Electronics Indonesia menyerahkan donasi Rp7,5 miliar untuk upaya pemulihan Palu, Sigi dan Donggala di Sulawesi Tengah melalui Palang Merah Indonesia atau PMI. Sebelumnya perusahaan asal Korea Selatan ini peduli dengan korban bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Presiden Samsung Electronics Indonesia, JaeHoon Kwon menyatakan turut berduka cita atas bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah. Bencana ini terjadi empat bulan setelah bencana gempa bumi di Lombok. Selain donasi, Samsung juga akan mendirikan posko Samsung Peduli. 

"Jumlah keseluruhan mencapai Rp9 miliar, Rp1,5 miliar kita alokasikan untuk membangun posko Samsung Peduli, seperti apa yang kita lakukan di Bali dan Lombok. Jika terdapat kebutuhan yang mendesak, jumlah donasi akan bertambah," ujarnya dalam acara penyerahan donasi di Kantor Pusat PMI, Jakarta, Kamis 18 Oktober 2018.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita mengatakan, dukungan ini akan berarti untuk masyarakat yang tinggal di daerah bencana. Donasi diharapkan bisa memberi sedikit bantuan kepada para korban untuk berada dalam kondisi yang lebih baik. 

"Kami mengucapkan terima kasih. Semoga donasi ini menjadi amal baik untuk Samsung dan mereka yang menjadi korban dari gempa bumi, tsunami dan likuefaksi. Donasi ini akan digunakan sesuai dengan kebutuhan para pengungsi," kata Ginandjar. 

Bentuk layanan yang diberikan berupa layanan kesehatan, psikososial, dapur umum, distribusi air bersih, shelter, dan ambulan. Posko Samsung Peduli akan menyediakan berbagai kegiatan, seperti mencuci baju secara cuma-cuma menggunakan mesin cuci, hiburan, aktivitas anak, dapur umum dan lain sebagainya. 

PMI mencatat ada 21.463 kepala keluarga atau 451.928 jiwa yang terdampak. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Nasional 2.095 jiwa meninggal dunia, 4.612 luka berat, 680 dilaporkan hilang dan perkiraan 5 ribu jiwa yang masih tertimbun likuefaksi.