Internet Jadi Ajang Kampanye, tapi Bukan Pemilu

Ilustrasi layanan internet di smartphone.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Pandemi COVID-19 membuat kebiasaan orang berubah. Terutama terhadap penggunaan internet. Mulai dari cara mereka menghabiskan waktu luang, bekerja hingga menjalankan bisnis. Internet tidak hanya menjadi ajang kampanye. Tapi bukan pemilu melainkan untuk mengubah cara orang dalam hal membeli hunian atau rumah.

Calon pembeli cukup mencari tempat tinggal yang diinginkan di berbagai laman penyedia hunian tanpa perlu keluar rumah. Berdasarkan hasil survei Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, 79 persen responden mendapatkan informasi properti dari portal properti, dan 67 persen responden lainnya mengetahui dari media sosial.

Hasil dari survei itu juga menunjukkan, bahwa kelompok anak muda usia 22-29 tahun memiliki intensi paling tinggi untuk memiliki rumah saat ini, yang dinyatakan oleh 44 persen responden. Sementara pada kelompok usia 30-39 tahun, intensi memiliki rumah saat ini dinyatakan oleh 36 persen responden.

Menyadari situasi dan kondisi seperti sekarang, PT Waskita Fim Perkasa Realti mengubah strategi pemasaran menjadi digital campaign serta beberapa portal properti juga marketplace yang tersedia di sejumlah platform.

"Tujuan kami untuk mempermudah dan mengubah pola transaksi yang dilakukan konsumen agar dalam masa kondisi seperti sekarang ini bukanlah hambatan untuk berinvestasi, tapi justru menjadi peluang yang sangat menguntungkan," kata Ignatius Joko Herwanto, direktur utama PT Waskita Fim Perkasa Realti, Senin, 12 Oktober 2020.

Oleh karena itu, PT Waskita Fim Perkasa Realti tetap berkomitmen membangun kepercayaan konsumen dengan terus melakukan pembangunan Menara Solterra Residences dari Apartemen Vasaka Solterra yang berlokasi di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, supaya tetap berjalan sesuai rencana.

"Ini konsepnya Work, Living & Play in One Place. Konsep ini baru dan ditawarkan agar penghuni untuk tetap di rumah saja tapi bisa melakukan kegiatan sehari-hari di unit apartemennya," jelas Joko.

Selain menjadi tempat tinggal, apartemen tersebut juga diklaim bisa untuk kegiatan bekerja, memuaskan hobi, sampai hangout bersama teman-teman. “Jadi, ide ini kami sebut flexibility activities. Unit bisa difungsikan untuk berbagai kegiatan,” ungkapnya.