Ada Harta Karun Terpendam di Tanah Israel

Koin-koin era Kekaisan Bizantium yang ditemukan di Tel Aviv, Israel.
Sumber :
  • livescience.com

VIVA – Para arkeolog dari Israel Antiquities Authority (IAA) menemukan artefak langka di Ramat Ha-Sharon, Tel Aviv utara, Israel. Penemuan harta karun ini juga mengungkapkan bukti adanya aktivitas industri pada era Bizantium.

Di antara artefak yang digali, para arkeolog menemukan pemerasan anggur kuno, rantai perunggu, dan emas Bizantium dari paruh pertama abad ketujuh Masehi. Situs yang digali diperkirakan berusia 1.500 tahun.

Direktur Penggalian IAA Yoel Arbel mengatakan bahwa ini adalah penggalian arkeologi pertama yang pernah dilakukan di situs tersebut dan hanya sebagian yang sudah diidentifikasi dalam survei arkeologi.

Tempat pemerasan anggur kuno dilapisi dengan lantai mosaik yang indah dan dinding yang diplester dengan bukti tambahan yang menunjukkan keberadaan rumah pertanian atau gudang anggur di dekatnya.

Di dalam bangunan dan instalasi, mereka juga menemukan banyak pecahan guci dan panci masak yang digunakan oleh buruh yang bekerja di ladang.

"Kami juga menemukan mortir dan batu giling yang digunakan untuk menggiling gandum dan barli dan mungkin juga untuk menghancurkan tumbuhan serta tanaman obat," kata Arbel, seperti dikutip dari situs Express, Senin, 6 September 2021.

Sebagian besar peralatan batu terbuat dari batu basal dari Dataran Tinggi Golan dan Galilea. IAA mengumumkan salah satu penemuan langka dan tak terduga yang ditemukan selama penggalian adalah koin emas yang dicetak pada Masa Pemerintahan Kaisar Bizantium Heraclius sekitar 638 atau 639 Masehi.

Satu sisi koin menggambarkan penguasa Bizantium yang diapit oleh kedua putranya. Di baliknya menampilkan salib di atas Bukit Golgota yang dipercaya umat Kristen sebagai lokasi Yesus Kristus disalibkan.

Ini akan menjadi sepotong emas yang sangat berharga dari 1.300 tahun yang lalu dan nama pemiliknya telah tertulis di koin itu. Beberapa struktur lain yang ditemukan di situs arkeologi tersebut berasal dari abad ketujuh, setelah penaklukkan Muslim atas Israel.

Penemuan termasuk pada bengkel pembuatan kaca dan gudang yang diisi dengan empat toples besar. Guci-guci itu akan diisi dengan biji-bijian dan bahan mentah lainnya untuk mencegahnya rusak atau terserang penyakit.

"Pada periode ini orang tidak hanya bekerja di lokasi tapi juga tinggal. Kami tahu karena kami menemukan sisa-sisa rumah dan dua oven besar," jelas Arbel. Penemuan harta karun tersebut mendapat pujian dari Wali Kota Ramat Ha-Sharon, Avi Gruber.

"Kami senang dan bangga atas temuan ini. Mereka (para arkeolog) juga mulai bekerja dengan kontraktor Proyek Neve Gan North untuk mengintegrasikan hasil temuannya itu dengan lingkungan masa depan," tutur Avi.