Kamu Punya Wajah Murah Senyum? Siap-siap Dibayar Rp2,8 Miliar

Robot Humanoid
Sumber :
  • Mirror

VIVA – Produsen robot Promobot sedang mencari relawan yang memiliki wajah murah senyum untuk robot humanoid, yang akan digunakan di hotel, pusat perbelanjaan, dan bandara internasional mulai 2023.

Tak tanggung-tanggung, Promobot siap membayar wajah murah senyum kamu sebesar US$200 ribu atau Rp2,8 miliar.

"Kami siap memberikan hadiah kepada sukarelawan yang berani, bersedia mentransfer hak untuk menggunakan wajah mereka pada robot humanoid selamanya," demikian menurut keterangan resmi Promobot, seperti dikutip dari situs Daily Mail, Selasa, 30 November 2021.

Promobot adalah produsen robot yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) yang dikenal dengan robot humanoid realistisnya. Robotnya sudah digunakan di 43 negara, bekerja di berbagai peran termasuk administrator, promotor, konsultan, pemandu, dan pramutamu.

"Perusahaan kami sedang mengembangkan teknologi di bidang pengenalan wajah, serta pidato, navigasi otonom, kecerdasan buatan, dan bidang robotika lainnya," kata pihak Promobot.

Sejak 2019, mereka mengaku sudah secara aktif memproduksi dan memasok robot humanoid ke pasar. "Klien baru kami ingin meluncurkan proyek skala besar, dan untuk ini, mereka perlu melisensikan penampilan robot baru untuk menghindari masalah hukum," ungkap Promobot.

Dalam kampanye terbarunya, perusahaan teknologi tersebut mencari seseorang dengan wajah "baik dan ramah", untuk digunakan pada asisten robot humanoid.

Robot humanoid tersebut telah ditugaskan oleh perusahaan AS yang tidak disebutkan namanya, dan akan digunakan di bandara, pusat perbelanjaan, dan toko ritel di seluruh Amerika Utara dan Timur Tengah.

"Robot humanoid dengan tampilan baru akan memulai aktivitasnya pada 2023, dan wajah orang terpilih akan menjadi tampilan robot ini," jelas Promobot.

Sementara Promobot telah menetapkan bahwa relawan harus memiliki wajah "baik dan ramah" dari segala jenis kelamin dan usia.

Promobot belum mengatakan mengapa ia berusaha menggunakan wajah asli, dari pada memilih wajah yang dihasilkan komputer, seperti robot humanoid terkenal Sophia.

Ini bukan pertama kalinya produsen robot menawarkan untuk membayar seseorang untuk hak atas wajah mereka.

Pada 2019, sebuah perusahaan robotika yang tidak disebutkan namanya menawarkan hadiah 100 ribu poundsterling (Rp2 miliar) kepada seorang sukarelawan untuk penggunaan wajah mereka.