Tak Usah Cemas, Ini Hal Seputar Turbulensi yang Perlu Diketahui

Ilustrasi pesawat di bandara.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Ketika pesawat sedang berada di atas awan, tak jarang burung besi tersebut terguncang. Kondisi ini disebut sebagai turbulensi. Barangkali beberapa penumpang langsung panik saat ada guncangan. Padahal turbulensi adalah hal yang wajar dalam penerbangan.

Lebih jelasnya, turbulensi merupakan guncangan yang terjadi pada pesawat saat kecepatan aliran udara berubah drastis sehingga mengakibatkan timbulnya guncangan kecil ataupun besar. 

Sering kali turbulensi saat penerbangan tak bisa dihindari. Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya turbulensi antara lain badai petir, perbedaan suhu udara, angin kencang, serta guncangan karena udara yang bergejolak di atmosfer

Seperti yang sudah diutarakan di atas, turbulensi pada pesawat termasuk kondisi lumrah. Para pilot sudah dibekali dengan ilmu untuk menanganinya. Begitu pula badan pesawat yang dirancang sedemikian rupa supaya kuat menghadapi guncangan. Agar ketakutanmu berkurang saat turbulensi terjadi, berikut sederet hal yang perlu diketahui tentang turbulensi.

Jenis turbulensi 

Dilansir VIVA dari The Points Guy, saat ini ada dua jenis turbulensi yang dikenali yaitu clear-air turbulence dan convective turbulence. 

Clear-air turbulence disebabkan oleh pembentukan awan kumulus, aliran pembuangan gas dari mesin pesawat (jet streams), dan fenomena cuaca lainnya secara tiba-tiba. Sementara convective turbulence terjadi karena kondisi badai di darat atau atmosfer.

Menurut mantan juru bicara American Airlines Justin Franco, convective turbulence lebih sering parah dibandingkan dengan clear-air turbulence. Tak jarang aliran angin tak mulus menyebabkan tekanan udara naik dan turun sehingga muncul gerakan secara tiba-tiba di pesawat.
 

Badan pesawat kuat dan canggih

Turbulensi bukan sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan. Hal ini diungkapkan oleh Laura Einsetler, seorang pilot dengan pengalaman terbang lebih dari 30 tahun. 

“Turbulensi bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena pesawat diciptakan untuk menahan turbulensi parah dalam jangka waktu yang lama,” kata Laura kepada The Points Guy. 

Maka dari itu, sayap pesawat dibuat dinamis agar mereka mudah melentur menahan guncangan di langit.

“Ini sebabnya mengapa sayap (pesawat) melentur sehingga menjadi struktur yang dinamis, mirip seperti bangunan tahan gempa yang bergoyang untuk menahan gaya,” ucap Laura.

Cara pilot menangani turbulensi 

Walaupun turbulensi hal yang biasa dalam penerbangan, para pilot tentu mempunyai cara untuk meminimalisirnya. Laura membeberkan bahwa pilot berkoordinasi dengan ahli cuaca dari maskapai serta menggunakan software dan radar untuk mengetahui di mana area turbulensi.

Dengan mengetahui lokasi turbulensi, pilot dapat merencanakan ketinggian yang lebih rendah, tinggi, atau lebih mulus.

Untuk meredakan kegelisahan penumpang dan memastikan keselamatan, pilot biasanya akan mengumumkan tentang kemungkinan guncangan selama penerbangan.

Laura mengatakan, “idealnya pilot harus memberikan pemberitahuan kepada penumpang setiap 15 hingga 20 menit untuk mengantisipasi area yang berguncang dan pada saat terjadi guncangan.”

Ia juga menghimbau penumpang untuk menaati peraturan jika lampu tanda sabuk pengaman menyala, semua orang tetap di kursi masing-masing dengan mengenakan sabuk pengaman.