Fakta-fakta IndiHome 'Pindah Rumah'

Indihome.
Sumber :
  • Indihome

VIVA Tekno – Sejak akhir tahun lalu, Telkom berencana untuk memindahkan produk IndiHome di bawah Telkomsel. Pada 1 Juli mendatang, efisiensi layanan IndiHome ke Telkomsel akan rampung dan Agustus diharapkan sudah terjadi komersialisasi.

Selasa, 27 Juni 2023, VIVA Tekno merangkum fakta-fakta bisnis IndiHome yang diselamatkan Telkomsel, berikut rinciannya.

Layanan IndiHome tertekan

IndiHome mengantongi pendapatan Rp28 triliun atau tumbuh 6,4 persen YoY (year on year). Layanan juga mencatatkan 28 persen dari pendapatan Telkom pada tahun lalu, naik 6,4 persen dibanding 2021.

"Layanan fixed broadband masih tumbuh. Tapi makin ke sini, makin tertekan Telkom sendiri. Makanya efisiensi jadi solusi," kata Vice President Corporate Communications Telkom Andri Herawan Sasoko dalam suatu kesempatan.

FMC

Efisiensi ini akan menggabungkan ekosistem antara produk fixed broadband dan mobile broadband. Dengan FMC berarti pengguna tidak perlu berpindah layanan mobile ke Wifi atau sebaliknya saat ada di dalam maupun di luar rumah.

Kemampuan ini didasarkan pada kebiasaan masyarakat yang kerap menggunakan mobile data saat berada di luar rumah dan kemudian menggantinya dengan WiFi saat sudah kembali ke rumah atau singgah di tempat yang biasanya menyediakan WiFi.

FMC juga akan memudahkan user dalam melakukan pembayaran untuk layanan IndiHome di mana pelanggan bisa membayar layanan fix broadband sekaligus mobile.

Indonesia Digital Home / Indihome.

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Layanan pelanggan juga akan dibuat lebih sederhana. Jika sebelumnya Telkomsel dan IndiHome memiliki masing-masing layanan pelanggan, nantinya keduanya akan terintegrasi. Efisiensi ini diharapkan dapat menurunkan angka komplain pada layanan IndiHome.

Kelahiran produk baru

Efisiensi ini juga akan melahirkan nama produk baru dari gabungan Indihome dan Telkomsel. Harga produk baru ini juga tidak akan melebihi ARPU Indihome yang ada di angka Rp265.000 dan tidak akan di bawah ARPU Orbit Rp70.000.

Jaring 30 juta pelanggan baru

Dari sekitar 65 juta rumah tangga di Indonesia, perusahaan pelat merah ini bisa menggaet sebanyak 20-30 juta rumah tangga. Adapun saat ini rumah tangga yang telah terhubung dengan internet baru sekitar 11,2 juta.

Artinya, masih ada peluang sekitar 8 juta pelanggan yang punya kemampuan berlangganan IndiHome. Belum lagi dari 156 juta pelanggan Telkomsel, di mana 20 persen merupakan kategori premium.

Restu Singtel

Transaksi ini mendapat dukungan dari Telkom dan Singtel, sebagai pemegang saham Telkomsel. Indihome memimpin 75,2 persen pangsa pasar di Tanah Air.

Singtel sepakat menggunakan haknya mengambil 0,5 persen saham baru di Telkomsel senilai Rp2,7 triliun, setara S$236 juta, dalam bentuk tunai.

Hal ini membuat kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1 persen, sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 persen.