NASA Sebut Ada Lebih dari 5.000 Planet di Luar Tata Surya, Begini Penjelasannya

Sistem Tata Surya.
Sumber :
  • Pixabay

Amerika Serikat – NASA telah mengumumkan keberadaan lebih dari 5.000 planet di luar Tata Surya kita, secara tepatnya 5.005 planet, yang sekarang tercatat dalam arsip eksoplanet mereka.

Setiap planet ini telah diungkap dalam penelitian yang melalui proses peninjauan sejawat dan telah diamati menggunakan berbagai teknik deteksi atau metode analisis. Masing-masing planet memiliki karakteristiknya sendiri.

Dilansir dari Science Alert, Kamis, 25 Arpil 2024, Jessie Christiansen, yang memimpin sains di NASA Exoplanet Science Institute di California Institute of Technology di Pasadena, menyatakan:

Planet kerdil dibatas terluar sistem tata surya.

Photo :
  • http://www.isains.com

"Angka tersebut bukan hanya sekadar angka. Setiap planet merupakan dunia baru, sebuah entitas yang benar-benar baru. Saya sangat bersemangat tentang setiap planet karena kita masih belum mengetahui banyak hal tentang mereka."

Eksoplanet sendiri memiliki keragaman tak seperti apa yang ditemukan di Tata Surya kita. Planet-planet ini termasuk dunia berbatu yang lebih besar dari Bumi yang disebut super-Bumi.

Lalu ada mini-Neptunus yang lebih besar dari Bumi tetapi lebih kecil dari Neptunus, dan juga eksoplanet dengan julukan Jupiter panas yang mengerdilkan planet terbesar Tata Surya kita. Para ilmuwan juga telah menemukan planet yang mengorbit lebih dari satu bintang dan bahkan beberapa di sekitar sisa-sisa bintang mati yang disebut katai putih.

Sejauh ini, dari exoplanet yang dikonfirmasi, 30 persen merupakan planet raksasa gas, 31 persen adalah Bumi Super, dan 35 persen mirip Neptunus. Hanya 4 persen yang berupa terestrial atau planet berbatu seperti Bumi atau Mars.

Namun Christiansen mencatat bahwa salah satunya adalah sistem dengan lima planet yang mengorbit bintang kerdil merah seperti sistem TRAPPIST-1, di mana dalam satu sistem terdapat tujuh planet yang mengorbit pada sebuah bintang.

Penemuan eksoplanet sebelumnya telah dilakukan berkat teleskop dan satelit pemburu planet seperti Spitzer Space Telescope, Kepler Space Telescope dan Transiting Exoplanet Survey Satellite. Sementara kini Kepler membantu para ilmuwan menemukan sekitar dua pertiga dari 5000 planet yang dikonfirmasi.

Merkurius, planet terkecil di tata surya semakin menciut

Photo :
  • softpedia.com

Di masa depan observatorium luar angkasa akan bergabung dalam perburuan eksoplanet. Salah satunya adalah Teleskop Luar Angkasa James Webb yang diluncurkan Desember tahun 2021 lalu.

Lalu Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman yang akan diluncurkan 2027 nanti juga akan melengkapi dan membantu pencarian eksoplanet dengan berbagai teknik. Sementara misi Badan Antariksa Eropa, ARIEL yang diluncurkan pada 2029, akan mempelajari atmosfer planet ekstrasurya.

Meski para ilmuwan telah mengkonfirmasi lebih dari lebih dari 5000 eksoplanet, kemungkinan masih ada ratusan miliar lagi di galaksi Bima Sakti.

"Dari 5000 exoplanet yang diketahui, 4900 terletak dalam jarak beberapa ribu tahun cahaya dari kita. Dan pikirkan tentang fakta bahwa kita berada 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Itu berarti masih banyak lagi planet di galaksi kita yang belum kita temukan. Mungkin sebanyak 100 hingga 200 miliar. Ini menakjubkan," tambah Christiansen.