Siapa Kelompok Peretas Populer Lizard Squad?

Sony diserang kelompok peretas Lizard Squad
Sumber :
  • www.mashable.com/@LizardSquad

VIVA.co.id - Nama Lizard Squad kini kembali mengemuka di dunia maya. Nama kelompok itu belakangan muncul dalam setiap rangkaian peretasan atas sebuah jaringan komputer maupun situs besar.

Kelompok yang mengaku kumpulan dari berbagai peretas ini baru saja mengklaim bertanggung jawab di balik down-nya situs Facebook dan Instagram pada siang ini.

Bahkan sehari sebelumnya, Lizard Squad mengaku bertanggung jawab atas peretasan situs resmi maskapai Malaysia Airlines.

Nah, siapa sebenarnya kelompok misterius ini?

Melansir BBC, Selasa 27 Januari 2015, Lizard Squad sudah menghiasi kabar peretasan sejak setahun terakhir. Kelompok ini mengklaim otak di balik penyerangan jaringan game Microsoft pada Desember tahun lalu dan jaringan game Sony pada Agustus 2014.

Mereka juga menargetkan situs game besar misalnya EA Games, Destiny pada libur Natal tahun lalu.

Kelompok ini melumpuhkan sistem Playstation dan Xbox dengan melancarkan serangan mematikan Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan dengan modus membanjiri trafik sistem secara terus-menerus hingga situs dan sistem down.

Saat mengaku menyerang PlayStation Sony, Agustus tahun lalu, Lizard Squad juga meneror Presiden Sony Online Entertainment, John Smedley. Lizard menge-tweet pesawat American Airlines yang ditumpangi Smedley meledak di udara. Padahal pesawat hanya mengalami problem kargo dan keamanan.

Teror tersebut sempat membuat semua penumpang pesawat panik dan turun dari pesawat.

Tak banyak informasi mengenai kelompok ini. Biasanya saat melancarkan aksinya, mereka hanya menyebutkan nama samaran sang peretas. Misalnya saat menyerang sistem Microsoft dan Sony, seorang peretas usia 22 tahun menyebut dirinya sebagai Member Two dari Lizard Squad. Biasanya hanya peretas tunggal yang muncul dari kelompok tersebut.

Tak jelas kenapa mereka meretas sistem kedua perusahaan besar tersebut. Member Two hanya menyebutkan dia meretas Microsoft dan Sony karena "kami bisa".

Seakan ingin uji kelihaian mereka. Member Two bahkan menyebutkan titik kelemahan sistem kedua perusahaan.

"Ini terjadi pada perusahaan besar Microsoft. Apakah Anda tidak berpikir, mereka seharusnya mampu mencegah serangan?" kata dia kepada BBC Radio Five Live.

Pola aktivitas kelompok ini dalam tiap peretasan sama, misalnya saat mengumumkan peretasan.

Peretas kelompok ini selalu mengumumkan aksi mereka melalui akun Twitter. Banyak status di Twitter yang menyebutkan prestasi peretasan dan ancaman peretasan berikutnya.

Sepak terjang Lizard tak mulus begitu saja. Pada awal tahun ini, dua peretas yang dianggap komando penyerangan PlayStation dan Xbox, dibekuk otoritas Finlandia dan Inggris. Kedua peretas yang ditangkap adalah Vinnie Omari and Ryan Cleary.

Kabar ini dikonfirmasi oleh salah satu anggota akun yang terkait dengan kelompok peretas itu, melalui akun Twitter @LizardMafia.

Akun tersebut menyebutkan Ryan Cleary, yang dilabeli sebagai "The King Lizard", ditangkap otoritas Finlandia, sedangkan Omari ditangkap Polisi Thames Valley di Inggris.  

Kelompok Peretas Lain

Fenomena munculnya kelompok peretas itu bukan yang pertama kali. Beberapa tahun lalu muncul kelompok peretas yang menyebut dirinya "Lulzsec". Belakangan diketahui kelompok ini dimotori peretas Inggris.

Belang kelompok ini bisa dibekuk. Pada April 2011, empat peretas Inggris dituding bagian dari Lulzsec dan akhirnya mereka dijebloskan ke penjara.

Keempatnya yaitu Ryan Cleary, Jake Davis, Mustafa al-Bassam, dan Ryan Ackroyd. Kelompok ini juga menargetkan perusahaan besar, dituding menyerang Sony Picture, News International, CIA dan Serious Organized Crime Agency Inggris.

Sementara itu, pada penghujung tahun lalu, Sony Picture juga dijebol oleh peretas yang menamakan "The Guardian of Peace (GoP)". Sejauh ini belum jelas jati diri kelompok yang sempat memaksa Sony membatalkan rilis film kontroversial "The Interview".

Baca juga: