Domain .id Rajai Asia Tenggara

Diskusi domain .id
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau Pandi mencatat pertumbuhan domain .id mencapai tujuh kali lipat pada 2016. Bila domain .id pada Mei 2016 hanya 153.006 domain, maka akhir tahun lalu menjadi 1.199.045 domain.

Pertumbuhan domain lokal itu berkat Program Satu Juta Domain yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika. Program ini lahir pada Mei tahun lalu.

Namun bila dilihat di luar dari Program Satu Juta Domain, maka domain .id tersebut tumbuh 30 persen menjadi 199.045. Ketua Pandi Andi Budimansyah, pertumbuhan tersebut konsisten dari tahun sebelumnya.

"Kenaikan ini konsisten dengan kenaikan tahun sebelumnya yang juga berada di angka 30 persen," ujar Andi di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu 11 Januari 2017.

Andi menjelaskan, kenaikan domain .id hingga tujuh kali lipat, karena Program Satu Juta Domain telah dipesan untuk kebutuhan UMKM. Dari satu juta domain, 35.149 telah aktif dan 964.851 telah dipesan.

Untuk 35.149 website yang aktif ini, tercatat 26.697 di antaranya berasal dari UMKM, komunitas 4.890, sekolah 3.351 domain, pondok pesantren 184 domain, dan Desa ada 27 domain. Dilihat dari provinsinya, maka domain lokal itu menyebar di Jawa Barat 3.216, Jawa Tengah 2.528 website.

"Dari total website aktif, 24.494 di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa dan 10.655 lainnya berasal dari enam provinsi di Pulau Jawa," ungkap Andi.

Menariknya lagi, berkat Program Satu Juta Domain juga, maka posisi domain .id telah menggeser domain .sg milik Singapura dan menduduki domain negara nomor tertinggi terbanyak di Asia Tenggara.

"Sebelum ada Program Satu Juta Domain, posisi Indonesia ada di urutan ketiga, tapi sekarang sudah paling atas di Asia Tenggara. Domain .id mengungguli .vn punya Vietnam di posisi kedua dan domain .my punya Malaysia di posisi ketiga," tuturnya.