Twitter Blokir Sejuta Akun Terorisme dan Kekerasan

Ilustrasi Twitter.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Mizter_x94

VIVA.co.id – Konten negatif dan berita bohong kini semakin menjamur di internet, terutama media sosial. Hal itu diakui oleh media sosial Twitter. Salah satu media sosial populer ini mengakui memang banyak mendeteksi akun-akun terlarang aktif di platformnya.

Public Policy Lead Twitter Indonesia, Agung Yudha mengatakan, Twitter sudah memblokir sejuta akun terkait kekerasan dan terorisme. Filterisasi dilakukan menggunakan teknologi yang diadopsi oleh Twitter.

"Kami berkomitmen meredam dan mencegah konten media sosial yang negatif. Kami memiliki sistem filterisasi konten, sehingga konten negatif tidak beredar," ujar Agung saat diskusi Indonesia Technology Forum (ITF) dengan tema 'Menagih Langkah Nyata Industri Telekomunikasi dan OTT Menghadapi Dampak Negatif', di Balai Kartini, Jakarta, Senin 28 Agustus 2017.

Selain itu, agar pengguna tidak tergiur dan menyebarkan konten negatif, Agung menyarankan, agar pengguna aplikasi juga membaca aturan and term of services sebelum menggunakan layanan.

“Di sana ada aturan tentang conservation yaitu ketika posting itu sudah menjadi konsumsi publik,” ungkapnya.

Untuk itu Agung menyarankan, bagi pengguna media sosial, agar tidak tergiur dengan konten-konten negatif dan tidak benar. Sementara itu, kata dia, Twitter siap mengikuti aturan di Indonesia mengenai langkah penyebaran konten-konten terlarang.

"Kita siap mengikuti aturan di negara mana kita beroperasi." (mus)