BPPT dan ITS Tuntaskan Model Kapal Selam Mini

Model Kapal Selam Mini buatan BTH.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA – Kementerian Pertahanan memberi mandat kepada Balai Teknologi Hidrodinamika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya untuk mendesain, pengujian dan pembuatan kapal selam.

Menurut Perekayasa Utama BTH, Muhamad Ridwan Utina, proyek tersebut sudah dikerjakan sejak 2015. Oleh karena itu, tahap pengujian dan pembuatan model juga sudah selesai tahun lalu.

"Sudah sampai uji coba kemampuan, kinerja uji bergelombang, dan tenaga penggerak utama. Tinggal pembangunannya (kapal selam)," ujar Ridwan kepada VIVA.co.id di Surabaya, Rabu 18 Oktober 2017.

Ia menyebut proyek kapal selam itu belum bisa dilanjutkan ke tahap pembangunan akibat kendala pendanaan. Soal pembuatan model sampai pengujian, Ridwan menjelaskan hal yang tersulit adalah membuat propeller atau baling-baling kapal selam.

Ridwan menegaskan pihaknya harus lebih detail membuat propeller sampai bunyi baling-baling 'halus' dan tidak meninggalkan jejak gelombang.

Bahan baku propeller sendiri, lanjut Ridwan, dibuat dari alumunium, kuningan, timbal dan perunggu. "Kapal selam membutuhkan getaran kecil supaya tidak terdeteksi oleh musuh," kata Ridwan.

Lalu, proses yang menghabiskan waktu adalah pembuatan model. Untuk desain bisa dalam waktu seminggu, tapi pembuatan model bisa satu bulan.

Proyek kapal selam milik Kementerian Pertahanan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2007. Waktu itu desain yang dibuat oleh BTH adalah desain kapal selam mini.

Akan tetapi, program strategis ini mandek karena faktor dana. Delapan tahun kemudian dilanjutkan kembali, di mana kali ini ITS dilibatkan untuk melanjutkan desain desain kapal selam mini. (ren)