Game Ini Lebih Mengasah Otak dari Flappy Bird

Tampilan game Flappy Bird
Sumber :
  • mashable.com
VIVAnews - Melatih otak bukan saja dengan cara yang kaku. Mengasah otak bisa dilakukan melalui media yang menyenangkan yaitu dengan game seru. 

Game Flappy Bird memang cukup seru, namun game yang sudah ditarik dari pusat aplikasi itu hanya menguji kesabaran pemainnya. Sedangkan kini muncul alternatif game yang bukan hanya seru saja, tapi diklaim mengasah otak. Game ini yaitu The Killer Frog.

Game baru itu merupakan besutan  PT. Logisera, anak perusahaan dari PT. Indonesia Dwitama yang berpusat di Jakarta, Indonesia. 

Logisera mengkhususkan game yang mendukung peningkatan memori dan konsentrasi. Uniknya,game besutan Logisera sudah melalui riset 
selama 10 tahun oleh ilmuwan sistem saraf otak (neuroscience) di Universitas Autonoma de Madrid Spanyol. 

“Neurosains telah berhasil dikembangkan lebih jauh untuk dapat membantu orang-orang dalam meningkatkan fungsi kognitif otak mereka. Melalui Logisera, kami ingin membantu melatih otak mereka dengan cara yang fun, yaitu dengan bermain game neurosains,” kata Kostas Stavrakis, Direktur PT. Logisera.

Versi Beta dari Logisera sudah resmi diluncurkan secara online pada tanggal 7 Maret 2014 dengan mengusung delapan game seru yang bisa diakses penggunanya secara gratis di website www.logisera.com.

Game ini antara lain, Farmer on The Trail, Fishing, Armageddon, Missing Cakes, Figures Matching, The Killer Frog, Sagan Interstellar Voyage dan Who Ate My Pizza?.

Saat ini game ini masih dalam versi beta yang sudah diluncurka pada 7 Maret lalu. Game ini khusus untuk PC saja. Diharapkan akhir bulan depan versi full telah muncul, maka game bisa didapatkan pada pusat aplikasi seperti  PC Windows, iOS, Mac dan Android. Full Version dari Logisera dijanjikan akan dirilis dengan menggunakan sistem program popular terbaru, yaitu HTML5.

"Setelah melalui riset lebih dari 10 tahun untuk mempelajari pengaruh game neurosains terhadap otak manusia, Logisera merupakan platform online pertama yang kami kembangkan bedasarkan teknik Neurosains. Kami berharap para penggunanya dapat memanfaatkan Logisera untuk melatih fungsi otak mereka,” jelas Dr Miguel Ruiz, salah satu profesor neurosains dibalik terciptanya game Logisera