Apple Maps Perbaharui Fitur, Google Maps Patut Was-was

Aplikasi Google Maps.
Sumber :
  • Pexels

VIVA – Perang Dingin hubungan dua raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple dan Google, membuat Apple memutuskan bekerja sendiri membuat peta di perangkat lunaknya. Untuk pertama kalinya mereka meluncurkan Apple Maps di iOS 6. Tentu saja di awal kemunculannya ini bukanlah hal yang mudah, sambutan pengguna masih jauh dari kata hangat.

Dikutip dari BGR, Senin, 5 November 2018, awal peluncuran Apple Maps memiliki beberapa masalah kegunaan dan kinerja. Bahkan, Wakil Presiden Teknik Perangkat Lunak Apple, Craig Federigi, mengatakan mereka mengalami penurunan hingga tiga kali lipat pada peningkatan perangkat lunak.

Namun, saat ini fitur tersebut telah mengalami peningkatan yang pesat. Jika beberapa waktu lalu Google Maps unggul karena dapat mengalahkan pesaingnya itu di sejumlah area. Hal ini terungkap dalam sebuah postingan blog milik mantan karyawan Apple, Justin O'Beirne, pada akhir 2017.

Lalu, baru-baru ini Justin kembali melakukan pemeriksaan intensif antara kedua raksasa teknologi Amerika Serikat itu. Laporan kali ini sangat menarik, di mana pada even Apple Worldwide Developers Conference atau WWDC, perusahaan pencipta iPhone tersebut sedang membangun kembali Apple Maps dengan lebih detail.

Meskipun versi Apple Maps yang diperbarui belum mencapai semua kota di Amerika Serikat, tetapi Justin melihat perubahan itu, dan dirinya merasa terkesan. Saat ini fitur Apple Maps diketahui lebih lengkap, sehingga mereka berpotensi mengalahkan kompetitornya, Google Maps.

Justin juga melihat sisi menarik dari beberapa area di mana Apple Maps bisa menjangkau dan kompetitornya itu tidak memiliki jalan. "Bisa dibayangkan bagaimana jika data pemetaan yang diperbarui Apple Maps sudah menjangkau bagian lain di seluruh negeri ini. Jujur saya bisa katakan Google Maps masih dapat mengalahkan saingannya itu," jelas dia.

Justin mengakui bahwa pembaruan Apple Maps ini mengalami peningkatan hanya dalam kurun waktu 12 bulan saja. Sebelumnya, kedua perusahaan besar ini memiliki hubungan yang cukup baik. Bahkan, mantan bos Google, Eric Schmidt, menghiasi panggung Steve Jobs kala perkenalan ikon iPhone pada 2007 silam.