VIDEO: Pena Pintar Ini Deteksi Kanker dalam Hitungan Detik

Pena pintar pendeteksi sel kanker dalam sekejap
Sumber :
  • www.home.bt.com

VIVA.co.id – Peneliti Universitas Texas  Austin, Amerika Serikat, mengembangkan pena pintar, MasSpec Pen, yang bisa mendeteksi kanker dalam hitungan sekejap. Pena tersebut bisa mendeteksi sel kanker hanya dalam hitungan detik. Inovasi MasSpec Pen ini bisa menginformasikan secara presisi kepada para ahli bedah di meja operasi untuk mengangkat jaringan atau sel kanker. 

Dikutip dari BT, Kamis 7 September 2017, peneliti universitas tersebut mengklaim pena itu punya kemampuan 150 kali lebih cepat dalam mendeteksi sel kanker dibanding teknologi yang sudah berkembang saat ini. 

Selain itu, tingkat akurasi deteksi MasSpec Pen cukup meyakinkan, dalam uji coba yang dijalani akurasi pena pintar itu mencapai 96 persen. 

Asisten Profesor kimia Universitas Texas Austin, Livia Schiavinato Eberlin menuturkan, kemampuan pena pintar itu bisa membuat semangat pasien kanker. Sebab menurut pengalamannya, harapan pasien usai operasi yakni sel kanker sudah diangkat semuanya oleh ahli bedah.

"Teknologi kami bisa dengan cepat meningkatkan kemungkinan ahli bedah benar-benar mengangkat tiap jejak terakhir dari kanker sepanjang operasi," ujar Eberlin yang merancang inovasi itu.

Peneliti menuturkan, inovasi tersebut bisa menutupi kelemahan metode penanganan sel kanker yang selama ini berjalan. Dalam metode saat ini, untuk membuang sel kanker pada pasien, harus mengorbankan banyak jaringan normal pada pasien. Skema menghilangkan banyak jaringan normal dan sehat, bertujuan untuk menutup hadirnya kembali sel kanker tumbuh. Namun metode ini dinilai tak dapat diandalkan. 

Sebab, dengan membuang jaringan sehat membawa efek samping menyakitkan bagi pasien, mereka bisa mengalami kerusakan saraf pada pasien kanker payudara, sampai efek kehilangan kemampuan bicara pada pasien tiroid. 

Sedangkan MasSpec Pen diakui bisa mewakili operasi yang lebih tepat, cepat dan aman.

Pena bekerja dengan melepaskan tetesan kecil air ke jaringan tubuh pasien, yang menyerap bahan kimia di dalam sel. Selanjutnya, pena pintar itu menyedot kembali bahan itu dan dilakukan analisis dengan alat spektrometer massa, yang bisa mendeteksi ribuan molekul. Selanjutnya ahli bedah bisa melihat hasilnya di layar komputer untuk dilakukan penindakan, apakah jaringan yang dianalisis itu dipotong atau tetap dibiarkan.

Kepala Operasi Endokrin di Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, James Suliburk mengatakan pena pintar tersebut bisa melakukan ketiga prinsip operasi tersebut. 

"Ini memungkinkan kita untuk lebih tepat dalam jaringan apa yang kita keluarkan dan apa yang kita tinggalkan," ujar Suliburk. 

(ase)