Sidang Pembunuhan, Data Apple Health Jadi Alat Bukti

Smartphone iPhone 6S.
Sumber :
  • www.bgr.com/Daliulian

VIVA – Pengadilan Freiburg, Jerman, menggunakan data dari aplikasi Apple Health sebagai bukti dalam sidang pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita berusia 19 tahun bernama Maria Ladenburger.

Ia dibunuh oleh imigran Afghanistan bernama Hussein Khavari setelah sebelumnya diperkosa dan ditenggelamkan ke Sungai Dreisam, Jerman. Hussein sudah ditangkap dan diadili pada September 2017.

Dibuinya Hussein berdasarkan atas penemuan bukti oleh pihak berwenang dari smartphone milik Hussein merek iPhone 6S. Awalnya, tersangka menolak memberikan kode PIN smartphone miliknya kepada tim penyidik.

Namun, tim penyidik tak habis akal. Mereka lalu meminta bantuan perusahaan forensik siber di Munich untuk menjebol sistem keamanan iPhone 6S tersangka agar dapat memperoleh akses ke perangkat tersebut.

Mereka kemudian membongkar data Apple Health milik Hussein, dan dapat memastikan lebih banyak rincian tentang aktivitasnya pada saat terjadi pembunuhan.

Data aplikasi kesehatan milik iPhone ini merekam banyak aktivitas seperti berapa banyak langkah yang diayun, nutrisi, dan pola tidur serta beberapa angka lain misalnya detak jantung.

Selain menetapkan lokasi pergerakan Hussein, smartpohone tersebut juga mencatat periode aktivitas yang lebih berat, ditunjukkan oleh dua puncak yang oleh aplikasi dikenali sebagai ‘menaiki tangga.’

Seorang penyidik dengan perawakan sama seperti tersangka mendatangi lokasi di mana mayat ditemukan kemudian mereka ulang urutan kejadian sampai Hussein membuang mayat perempuan cantik tersebut.

Data pergerakan dari penyidik tersebut tunjukkan jenis perilaku serupa ‘menaiki tangga’ di aplikasi. “Untuk pertama kali, kami mengorelasikan kesehatan dengan data geografis,” kata Kepala Polisi Freiburg, Peter Egetemaier kepada Harian Jerman, Die Welt, seperti dikutip Gizmodo, Jumat, 19 Januari 2018.

Ladenburger adalah mahasiswi kedokteran dari Universitas Freiburg yang dibunuh Hussein pada Oktober 2016. Tertangkapnya Hussein teridentifikasi dari rambut tersangka yang ditemukan di TKP.

Namun, masalah lain muncul. Identitas Hussein sumir, karena umur, tempat tinggal dan orangtuanya tidak diketahui. Hal ini sangat penting bagi persidangan karena akan menentukan lamanya hukuman yang diterima tersangka.

Awalnya, Hussein mengaku berusia 17 tahun, namun ayahnya yang dicari sampai ke Iran menyangkal pengakuan tersebut. Di Jerman, hukuman maksimum untuk pelaku pembunuhan di bawah 18 tahun adalah 10 tahun penjara, sedangkan untuk orang dewasa maka dapat dibui hingga 30 tahun.