Wawancara dengan Bos Mozilla Mitchell Baker
- VIVAnews/Tri Saputro
Bagaimana Anda melihat browser masa depan?
Saya pikir kata browser sudah tua dan tidak lagi mencerminkan apa yang dilakukan oleh software. Menurut saya, apa yang kita sebut dengan browser adalah potongan dari software yang merepresentasikan saya.
Jadi ketika saya menggunakan aplikasi, dan aplikasi menyediakan informasi tentang saya, maka saya memiliki informasi itu. Sekarang yang terjadi adalah informasi tentang saya seringkali terpendam (siloed) dan tertutup pada perangkat tertentu. Memang seharusnya ada silo di internet, tapi silo itu mustinya saya sendiri.
Jadi saya pikir browser itu adalah representasi saya, avatar saya, Mungkin itu berarti browser akan mengerti saya, seperti misalnya suggestion bar pada mesin telusur. Saya pikir browser juga tempat untuk mengintegrasikan dan membantu saya mengatur semua kegiatan saya saat online.
Mungkin browser akan tetap berlanjut memiliki tombol-tombol maju atau mundur seperti saat ini. Tapi, ke depan kita punya beragam informasi di berbagai perangkat dan berinteraksi dengan berbagai situs web.
Bila browser tidak memberi tempat untuk fokus pada diri Anda, Anda mungkin akan tersesat. Anda akan terombang-ambing pada berbagai situs web, tapi tidak ada tempat bagi Anda untuk menyentuh semua potongan hidup Anda. Jadi seperti itulah seharusnya sebuah browser.