Deretan Planet Asing Terliar yang Ditemukan pada 2016

Ilustrasi permukaan Proxima b yang mengorbit bintangnya, Proxima Centauri
Sumber :
  • REUTERS/ESO/M. Kornmesser/Handout

VIVA.co.id – Sepanjang 2016, banyak planet baru ditemukan oleh astronom dan peneliti antariksa. Salah satu yang menarik jadi catatan sepanjang tahun ini yakni jumlah planet yang terkonfirmasi mengitari bintang selain Matahari telah meningkat dua kali di banding tahun lalu. 

Dari sejumlah penemuan planet tersebut, ada beberapa temuan planet asing yang tergolong paling liar. Dikutip dari laman Space, Kamis, 29 Desember 2016 merangkum deretan planet asing paling liar.

Berikut beberapa temuan planet asing paling liar pada 2016:

1. Planet saudara Bumi

Pada Agustus, tim astronom European Southern Observatory mengungkapkan temuan signifikan potensi kehidupan di luar Bumi. Peneliti menemukan ‘saudara Bumi’. Temuan Proxima b menjadi ‘pengubah’ misi pencarian selama ini. 

Ilmuwan berpandangan tiap upaya pencarian harus membongkar Proxima b untuk mencari bukti kehidupan termasuk kehidupan asing.

Proxima b yang berjarak empat tahun cahaya dari matahari dianggap optimal dari Proxima Centauri dalam mendukung kehidupan asing. Sebab, jarak tersebut, tak terlalu jauh untuk membuat air beku atau terlalu dekat untuk membuat air mendidih. Proxima b punya massa minimum sekitar 1,3 kali massa Bumi. 

2. Planet Nine

Astronom menemukan planet raksasa, es yang disebut Planet Nine. Planet ini berada di Sabuk Kuiper, wilayah yang paling tepi dari Tata Surya. 

Untuk menemukan lokasi planet kesembilan itu, astronom menggunakan model matematika dan simulasi komputer. Pengamatan orbit enam objek lainnya yang lebih kecil di wilayah Sabuk Kuiper menunjukkan ada objek lebih masif yang memiliki gravitasi kuat. Gravitasi Planet Nine itu memengaruhi wilayah itu. 

Planet Nine diyakini 10 kali lebih masif dibandingkan Bumi dan suhu rata-rata minus 226 derajat celsius. 

3. Planet 'Nakal'

Pada Januari, astronom menemukan planet asing raksasa yang disebut 2MASS J2126. Planet ini ditemukan mengorbit bintang induknya dari jarak 1 triliun kilometer, menjadikan sebagai sistem bintang planet itu menjadi yang terbesar yang pernah diketahui. 

Planet 2MASS J2126-8140, ukurannya antara 12 sampai 15 kali massa Jupiter. Karena mengorbit bintang induknya dari jarak satu triliun kilometer, membuat planet tersebut mengorbit induknya 140 kali lebih luas dari orbit jalur planet kerdil Pluto mengelilingi matahari. 

Jika dibandingkan dengan orbit Bumi ke Matahari, maka orbit planet 2MASS J2126-8140 setara dengan 7 ribu lebih jauh dari orbit Bumi. Kejutan lainnya, planet 2MASS J2126-8140 menyelesaikan satu orbitnya tiap 900 ribu tahun atau lebih. 

4. Tiga planet di sistem Tata Surya asing

Pada Mei lalu, astronom menemukan Tata Surya asing yang disebut TRAPPIST-1, yang tersembunyi sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. 

Sistem Tata Surya ini berisi tiga planet yang mengitari bintang selain Matahari (exoplanet) itu dianggap potensial mendukung kehidupan dan satu bintang kerdil sangat dingin. 

Sebagai bintang kerdil yang sangat dingin, TRAPPIST-1 200 kali kurang redup dan kurang setengah hangatnya Matahari. Sementara massa planet asing ini, seperduapuluh dari massa Matahari dan lebarnya kurang dari sepersembilan Matahari. 

Tiga planet yang mengorbit TRAPPIST-1 masing-masing sekitar diameternya 10 persen lebih besar dari Bumi. 

Astronom mengatakan, penemuan Tata Surya asing itu menjadi yang pertama kalinya temuan exoplanet mengorbit bintang kerdil super dingin. 

5. Planet Tiga Matahari

Sebuah planet dengan tiga Matahari di langitnya ditemukan. Planet ini dinamai KELT-4Ab. Planet ini memiliki konfigurasi langit yang aneh, KELT-4Ab mengorbit bintang KELT-A tiap tiga hari sekali. Kemudian disusul sepasang bintang yang mengorbit KELT-A.

Bintang kembar tersebut, KELT-B dan KELT-C mengorbit satu sama lainnya masing-masing tiap 30 tahun. Kedua bintang kembar kemudian melakukan perjalanan di sekitar KELT-A  dan Planet KELT-4Ab setiap 4 ribu tahun atau lebih. 

Astronom memperkirakan KELT-A akan muncul sekitar 40 kali besar Matahari di langit Bumi, sementara bintang kembar KELT akan muncul seterang bulan purnama di langit.